Kisah Kakek Bertahan Hidup di Gua Sampai 10 Tahun Lamanya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 20:36 WIB
Kakek Hais di Sulut sulap gua jadi rumah.
Kakek Hais menyulap gua menjadi rumah. (Trisno Mais/detikcom)

Menurut Kakek Hais, gua itu dijadikannya rumah karena memiliki keunikan. Dia juga merasa lebih aman dengan tinggal di gua itu seorang diri. Bahkan, suara hujan pun tak sampai terdengar ke dalam.

"Rumah begini harus lihat struktur tanah, lapisan tanah. Biasanya tanah ada lapisan pasir itu yang sering merembes. Di rumah ini biar hujan tujuh hari tidak bisa merembes," katanya.

Hais menjelaskan alasan tinggal di situ karena dia tak mau memikirkan perbaikan atau renovasi rumah setiap tahun. Menurutnya, jika di gua, dia tak lagi berpikir tentang biaya renovasi dan jasa tukang.

"Kalau rumah lama-lama kan papan akan ganti. Kalau ini kan tidak perlu ganti seng, cat dinginnya. Di sini yang penting amanlah," jelasnya.

"Kalau kamar dan dapur serta ruang tamu kerja dua bulan, tapi kerja sehari kurang-lebih hanya dua sampai lima jam. Kerja sendiri, tidak kerja full," lanjutnya.

Dijelaskan Hais, meski dikerjakan dengan alat seadanya, diakui bahwa tempat tersebut sudah 10 tahun tapi hingga kini rumahnya tidak rusak.

"Selama ini tidak ada tanda-tanda rumah ini rusak," tuturnya.

Dia pun membeberkan alasannya tinggal di gua. Menurut dia, selain merasa nyaman, dia menilai bahwa memiliki rumah di gua itu unik dan semata memanfaatkan lahan kosong.

"Alasan saya tinggal di gua itu karena rasa nyaman, dan saya cari keunikan, serta memanfaatkan lahan kosong," kuncinya.


(nvl/nvl)