Pembunuh di Bekasi yang Berdalih COVID Curi Kartu Kredit Korban buat Beli Drone

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 19:53 WIB
Jakarta -

Pria penyuka sesama jenis, AS (33) mencuri kartu kredit usai membunuh korban IK (34). Kartu kredit itu kemudian dia belanjakan barang-barang mulai dari drone hingga ponsel.

"Ada satu tas milik korban dibawa lari oleh pelaku. Di dalam tas tersebut ditemukan beberapa memang barang korban yang hilang termasuk kartu kredit milik si korban," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/7/2021).

Pelaku kemudian menggunakan kartu kredit korban untuk berbelanja sejumlah barang senilai total Rp 30 juta.

"Credit card milik si korban yang sempat dibelanjakan oleh pelaku dengan membeli bermacam-macam barang. Termasuk HP, drone, dan ada beberapa barang lain yang kalau dihitung itu hampir Rp 30 jutaan yang terkuras dari kartu kredit korban," jelas Yusri.

Diminta Memijat

Polisi saat ini masih mendalami motif pelaku. Pengakuan sementara, pelaku membunuh korban setelah mengetahui korban positif COVID-19.

Pembunuhan bermula pada Rabu (7/7) lalu ketika korban meminta pelaku datang untuk memijatnya di apartemen. Korban diketahui saat itu sedang menjalani isolasi mandiri.

"Korban meminta pelaku untuk memijat, dihubungi korban untuk memijat di kamar apartemennya," kata Yusri.

Yusri menyebut keduanya berkenalan melalui aplikasi dating online 'Hornet'.

"Pelaku ini memang punya kelainan seksual, masuk dalam satu aplikasi bersama-sama dengan si korban. Kemudian pada saat itu korban meminta pelaku ini untuk memijat," katanya.

Setelah itu korban dan pelaku janjian untuk pijat dengan bayaran Rp 300 ribu. Pelaku datang ke apartemen korban.

Namun kemudian pelaku mengetahui jika korban saat itu positif COVID-19. Keduanya kemudian cekcok hingga akhirnya korban tewas dicekik.

Pelaku ditangkap tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kompol Noor Marghantara dan AKP Tomy Hartono, di Karawang, Jawa Barat pada Minggu (11/7).

(mea/fjp)