Mahasiswi di Makassar Gelapkan DP Rumah Ortu Rp 20 Juta Ngaku Dirampok

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 10:54 WIB
Mahasiswi di Makassar gelapkan uang DP rumah ortu Rp 20 juta dengan mengaku dirampok (dok. Istimewa).
Mahasiswi di Makassar menggelapkan uang DP rumah ortu Rp 20 juta dengan mengaku dirampok. (Dok. Istimewa)
Makassar -

Seorang mahasiswi berinisial RR alias Ikki (21) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi akibat menggelapkan down payment (DP) atau uang muka pembayaran rumah yang dititipkan orang tuanya senilai Rp 20 juta. Ikki juga nekat membuat laporan palsu ke polisi seolah-olah ia telah dirampok.

"Iya prank itu, membuat laporan palsu," ujar Kapolsek Tamalanrea AKP Muhammadi Mukhtari saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (13/7/2021).

Muhammadi mengatakan pelaku awalnya datang ke Polsek Tamalanrea dan mengaku menjadi korban rampok di Wilayah Kima 8, Tamalanrea, Makassar, pada Kamis (8/7) lalu. Dalam kebohongannya, Ikki menyebut uang DP rumah Rp 20 juta yang baru saja ditarik di sebuah bank raib digasak rampok.

"Kan ini uang Rp 20 juta dititipkan sama keluarganya, katanya dia itu uang yang baru saja ditarik di bank lalu ada yang rampok, dibegal," ucap Muhammadi.

Polisi yang mulai menyelidiki laporan dari Ikki itu kemudian menemukan fakta bahwa perampokan yang dilaporkan Ikki sebenarnya tak pernah terjadi. Laporan itu hanya akal-akalan Ikki sendiri.

"Jadi anggota Opsnal lidik di TKP, ada CCTV tapi tidak kejadian (seperti yang dilaporkan), koordinasi ke pihak bank juga ternyata tidak ada penarikan," ucapnya.

Hasil penyelidikan tersebut membuat Ikki dipanggil oleh penyidik. Ikki pun mengakui bahwa perampokan yang telah dia laporkan hanya prank.

"Dia dipanggil diinterogasi di kantor sampai akhirnya dia mengaku itu laporan palsu," katanya.

Ternyata, uang Rp 20 juta untuk DP rumah itu telah dipakai untuk keperluan pribadi Ikki di luar sepengetahuan orang tuanya sehingga saat orang tua meminta uang tersebut, Ikki seolah-olah pergi menarik uang di bank dan mengaku dirampok dalam perjalanan.

"Aasannya waktu diinterogasi katanya untuk keperluan pribadinya setiap hari. Jadi uang itu ditarik sedikit demi sedikit sampai tidak terasa sudah habis," katanya.

Akibat perbuatannya, Ikki ditangkap polisi pada Senin (12/7). Dia kemudian ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat Pasal 242 KUHP tentang keterangan palsu.

Lihat juga Video: Alibi Dampak Pandemi, Dua Bersaudara Nekat Rampas HP Mahasiswi Yogya

[Gambas:Video 20detik]

(hmw/nvl)