PT ASA Penimbun Azithromycin Bohongi BPOM Saat Ditanya Ketersediaan Obat

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 23:27 WIB
Polisi gerebek gudang penimbun obat azithromycin di Jakarta Barat, Senin (12/7/2021).
Polisi gerebek gudang penimbun obat Azithromycin di Jakarta Barat. (dok. Humas Polres Jakarta Barat)
Jakarta -

Gudang PT ASA digerebek polisi karena diduga menimbun Azithromycin 500 mg yang digunakan sebagai terapi untuk penderita virus Corona. Distributor tersebut bahkan sempat membohongi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat ditanya soal ketersediaan Azithromycin di gudangnya.

"Adanya surat dari BPOM tanggal 7 Juli yang untuk melaksanakan Zoom Meeting untuk menanyakan apakah ada stok jenis obat Azithromycin 500 mg ini. Tapi disampaikan oleh yang bersangkutan bahwa stok itu belum ada," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo kepada wartawan di lokasi penggerebekan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (12/7/2021).

Padahal, Azythromycin itu tiba di gudang PT ASA sebelum 5 Juli 2021. Inilah salah satu indikasi PT ASA telah melakukan penimbunan obat yang kemudian digerebek polisi.

"Jadi barang-barang ini sebelum tanggal 5 Juli sudah sampai di sini. Artinya ini juga harus segera didistribusikan," kata Ady.

Ady menduga PT ASA sengaja menimbun Azithromycin untuk menghambat pendistribusian ke pasar. Padahal, obat tersebut saat ini dibutuhkan untuk terapi pasien COVID-19.

"Seperti yang saya sampaikan di awal, ada indikasi mereka menghambat penyalurannya. Disampaikan 'tidak ada', bahkan dari BPOM mengajak Zoom Meeting menanyakan (ketersediaan obat) yang bersangkutan menyatakan tidak ada," katanya.

"Tentunya dalam masa sulit ini, ini hal yang sangat krusial yang harus bisa kita luruskan supaya masyarakat juga tidak merasa sangat kesulitan. Karena memang sangat dibutuhkan khususnya bagi penderita COVID," tambahnya.

Halaman selanjutnya, PT ASA menaikkan harga obat

Lihat juga Video: Polisi Tangkap 3 Kelompok Penimbun Tabung Oksigen dan Obat Covid-19

[Gambas:Video 20detik]