Viral Konvoi Kendaraan Tempur di Bali, Wakapendam: Tak Terkait PPKM Darurat

Sui Suadyana - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 20:31 WIB
Poster
Foto ilustrasi media sosial (Edi Wahyono/detikcom)
Tabanan -

Iringan kendaraan tempur di Bali viral di media sosial (medsos). Peristiwa ini menjadi perhatian lewat Instagram. Pihak TNI mengklarifikasi hal ini.

Dilihat detikcom dalam postingan akun @therakyatbali terlihat bahwa beberapa kendaraan tempur tersebut tengah terparkir di pinggir jalan. Dalam keterangan video disebutkan bahwa iringan itu berada di Jl Bypass Sukarno, Kecamatan Kediri, Kabupeten Tabanan.

Dalam postingan tersebut, sebagian warganet mengaitkan kendaraan tempur itu diturunkan untuk pengamanan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Namun kenyataannya, kendaraan tempur itu diturunkan untuk kepentingan latihan.

"Bukan dalam rangka PPKM darurat, tapi dalam rangka pergeseran kendaraan tempur untuk latihan," kata Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) IX/Udayana, Letkol Kav Sigit Priyo Utomo dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Senin (12/7/2021).

Sigit menjelaskan, pergeseran pasukan dan materil dalam rangka latihan taktis tingkat peleton tersebut dilakukan oleh Detasemen Kavaleri 4/Shima Pasupati atau Denkav 4/Shima Pasupati di daerah Pulaki, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Selain itu juga untuk melaksanakan latihan menembak di Kabupaten Situbondo, Jawa timur.

"Untuk ranpur keluar kesatriaan itu atas perintah panglima dan sudah dilaporkan ke pimpinan TNK. Hal ini Denkav 4 akan melaksanakan latihan taktis pleton di Pulaki dilanjutkan menembak di Situbondo, Jatim," jelas Wakapendam.

Dalam rangka kegiatan tersebut, Denkav 4/Shima Pasupati melaksanakan pengecekan personel dan materil di beberapa check point di beberapa lokasi, yakni di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Jalan Dr. Ir Soekarno, Tabanan; Pantai Soka di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan; Pura Rambut Siwi di Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana: dan pada SPBU di Desa Banyu Biru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

"Chek poin dimaksudkan agar kondisi kendaraan dan personel dapat diketahui. Terutama pada kendaraan tempur yang kondisi jalan dilaluinya (aspal) tidak sesuai, dan dengan jarak tempuh tertentu memang harus dilakukan pengecekan," terangnya.

Lihat Video: PPKM Darurat Jawa-Bali, TNI Tambah 11.429 Personel

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)