Ma'ruf Amin Ajak Ulama Perangi Isu 'COVID-19 Cuma Konspirasi'

Herianto Batubara - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 16:48 WIB
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin mengajak para ulama dan tokoh agama memerangi isu-isu hoax yang beredar terkait COVID-19. Dia menyebut ini membahayakan, termasuk adanya isu yang menyebut bahwa COVID-19 ini adalah konspirasi.

"Saya mengajak para kiai menjaga umat dari berbagai informasi-informasi, isu-isu yang tidak benar," kata Ma'ruf dalam pertemuan virtual dengan ulama dan tokoh agama pada Senin (12/7/2021). Agenda ini mengangkat tema 'Peningkatan Peran Ulama dan Tokoh Agama Islam dalam Mendukung Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat COVID-19.

Ma'ruf menyebut sekarang ini zamannya banjir informasi. Ada yang benar, ada yang tidak, ada yang bohong, ada pula yang berupa fitnah dan adu domba. Semua bercampur baur di dalam masyarakat.

"Banyak masyarakat tidak bisa membedakan mana informasi yang benar mana yang bohong. Makanya dinamakan ini era post truth Di mana kebenaran tersamarkan dengan kebohongan, kebohongan tersamarkan. Ini sekarang sedang terjadi termasuk informasi tentang konspirasi, bahwasanya COVID adalah konspirasi padahal ini nyata," jelasnya.

Karena itu, lanjut Ma'ruf, orang saat ini bisa keliru akan informasi yang beredar luas di masyarakat jika tidak teliti atau tidak tabayyun. Ia mengingatkan fitnah juga pernah terjadi di zaman nabi ketika Aisyah istri nabi dituduh berzinah,

"Untung saja Allah menyelesaikan dengan wahyunya," ucap Ma'ruf.

"Tapi sekarang tidak ada wahyu. Wahyu sudah putus, sudah nggak ada. Karena itu di sinilah peran ulama, peran kiai untuk membimbing masyarakat untuk menunjukkan mereka untuk tidak serta merta menerima setiap informasi melainkan harus ditabayyun dulu, dicek dan ricek, diteliti dulu," sambungnya.

Ma'ruf mengatakan, ini juga adalah tugas dari para ulama dan tokoh agama untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi.

"Kita berjuang berjihad menghadapi bahaya COVID yang demikian dahsyat," ucapnya.

Ma'ruf sebelumnya mengaku bicara tidak hanya atas nama pemerintah tetapi juga sebagai sahabat dari para ulama dan kiai. Dia mengajak semua bersama-sama pemerintah menanggulangi bahaya COVID-19 yang menurutnya sudah sedemikian besar dan dahsyat.

"Saya menggunakan istilah bersama-sama, bukan membantu pemerintah tapi bersama-sama pemerintah. Karena menanggulangi bahaya COVID ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab kita semua," kata Ma'ruf.

Menanggulangi COVID-19 menurut Ma'ruf bukan hanya tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan, tetapi sekaligus tanggung jawab keagamaan. Karena itu, ulama juga diminta berperan aktif.

Ma'ruf menegaskan bahwa bahaya COVID-19 jelas dan nyata. Itulah sebabnya kenapa kemudian pemerintah melakukan PPKM darurat. Ini semua semata-mata demi menjaga keselamatan umat.

(hri/fjp)