Mulai Besok, Ada 6 Titik Penyekatan di Padang Selama PPKM Darurat

Jeka Kampai - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 16:46 WIB
PPKM Darurat di Kota Kediri terus dioptimalkan. Kini penyekatan tidak hanya dilakukan pada malam hari, tapi juga siang hari.
Ilustrasi penyekatan jalan saat pemberlakuan PPKM Darurat (Foto: Andhika Dwi/detikcom)
Padang -

Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, akan menyekat pintu masuk kota mulai Selasa (13/7) besok atau pada hari kedua penerapan PPKM Darurat. Penyekatan dilakukan di enam titik.

"Hari ini sudah kita sepakati bersama-sama, penyekatan dilakukan pada pintu masuk atau akses ke Kota Padang. Enam titik," kata Wali Kota Padang, Hendri Septa, usai rapat bersama Forkopimda Padang, Senin (12/7/2021).

Hendri merinci, enam titik tersebut adalah perbatasan Padang dengan Solok, Padang-Pesisir Selatan, Padang-Padang Pariaman (By Pass), Padang-Pariaman (Lubuk Buaya), Pelabuhan Bungus, dan Pelabuhan Muara.

"Kita buat surat edaran baru PPKM Darurat dimulai 12 sampai 20 Juli. Efektif besok. Hari ini sosialisasi oleh Pemkot, Polresta, Kodim, instansi Pemkot Padang, termasuk kecamatan dan kelurahan," katanya.

"Nanti ada di pintu perbatasan akan ada barier dan posko penjagaan. TNI, Polri, Satpol PP dan dinas lainnya. Tiga sif 24 jam," tambah Hendri.

Meski ada penyekatan, namun warga masih diperkenankan untuk masuk Kota Padang, dengan menunjukkan kartu vaksin minimal satu kali vaksin, menunjukkan PCR H-2 atau Rapid Antigen H-1. Namun aturan ini dikecualikan bagi awak kendaraan logistic dan transportasi barang lainnya.

Selama PPKM darurat, seluruh kegiatan perkantoran non esensial wajib kerja dari rumah, kecuali kesehatan, keamanan, logistik, dan lainnya. Kegiatan belajar mengajar di seluruh tingkatan dilaksanakan secara online atau daring.

PPKM Darurat di 15 Daerah Selain Jawa-Bali

Diketahui, kini PPKM Darurat tidak hanya diterapkan di Jawa dan Bali. PPKM Darurat juga akan diterapkan di luar Jawa dan Bali.

Penerapan PPKM Darurat di luar Jawa dan Bali itu akan dimulai pada 11 Juli 2021 mendatang. Ada 15 daerah yang akan menerapkannya.

Berikut daftarnya:

1. Tanjungpinang, Kepri
2. Singkawang, Kalbar
3. Padang Panjang, Sumbar
4. Balikpapan, Kaltim
5. Bandar Lampung, Lampung
6. Pontianak, Kalbar
7. Manokwari, Papua Barat
8. Sorong, Papua Barat
9. Batam, Kepri
10. Bontang, Kaltim
11. Bukittinggi, Sumbar
12. Berau, Kaltim
13. Padang, Sumbar
14. Mataram, NTB
15. Medan, Sumut

Kasus Corona di Luar Jawa-Bali Melonjak

Penerapan PPKM Darurat itu dilakukan lantaran melonjaknya kasus COVID-19 di luar Pulau Jawa dan Pulau Bali. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ada 19 kabupaten/kota dengan tingkat keterisian rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) di atas 65 persen dan capaian vaksinasinya di bawah 50 persen.

"Untuk PPKM darurat di mana level 4, BOR di atas 65 persen, kasus naik signifikan, dan capaian vaksinasi di bawah 50 persen, maka pemerintah mendorong penerapan PPKM darurat," ucap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Jumat (9/7).

Nantinya, 15 daerah luar Jawa dan Bali itu akan mengikuti aturan PPKM Darurat yang sudah diterapkan di Jawa dan Bali. Salah satu aturannya mengenai kegiatan perkantoran. Perkantoran sektor non-esensial wajib bekerja dari rumah atau work from home (WFH) 100 persen.

(jbr/jbr)