Sederet Kisah Pilu Pasien Corona yang Meninggal Saat Isoman

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 13:06 WIB
Ilustrasi Bunuh Diri
Ilustrasi Mayat (Thinkstock)
Jakarta -

Lonjakan kasus Corona (COVID-19) membuat sejumlah pasien Corona tak bisa mendapat perawatan di rumah sakit (RS). Imbasnya, kisah-kisah pilu pasien Corona yang wafat saat isolasi mandiri sendirian terus bermunculan.

Sebagaimana diketahui, saat ini sejumlah RS di sejumlah daerah hampir penuh akibat lonjakan kasus Corona. Para pasien COVID-19 yang tak bisa mendapat perawatan di RS pun melakukan isolasi mandiri.

Dirangkum detikcom, Senin (12/7/2021), sejumlah kisah pilu dari mereka yang wafat saat sedang melakukan isolasi mandiri itu datang dari berbagai daerah. Berikut ini daftarnya:

1. Ciputat, Tangerang Selatan

Seorang pria (25) ditemukan meninggal dunia di Apartemen Ciputat, Tangerang Selatan. Pria tersebut meninggal saat menjalani isolasi mandiri karena terpapar COVID-19.

"Dia itu (sedang) isolasi mandiri karena dia positif COVID dan dia kontrak di situ lalu dia meninggal," kata Kapolsek Ciputat Timur Kompol Jun Nuhaida saat dihubungi, Minggu (11/7/2021).

Jun mengatakan pria tersebut tinggal seorang diri di apartemen tersebut. Namun kondisinya yang makin memburuk menyebabkan pasien tersebut meninggal dunia.

"Dia kan sudah positif COVID, PCR sudah positif bukan karena terlambat penanganan tapi karena sekarang COVID ini banyak yang meninggal tetapi bukan karena terlambat. Mungkin kondisinya menurun. Apalagi dia sendiri di situ," jelasnya.

Polisi langsung membawa jenazah ke RS Sari Asih Ciputat, Tangsel. Selanjutnya, dikebumikan dengan prosedur COVID-19 oleh Satgas COVID-19 dan pihak keluarga.

2. Lumajang, Jawa Timur

Seorang pria di Lumajang meninggal saat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumahnya. Pria ini diketahui berinisial IDS (45).

Ia isoman di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko. IDS ditemukan meninggal di atas tempat tidurnya sekitar pukul 16.00 WIB.

IDS melakukan isolasi mandiri sejak 29 Juni. Polisi yang datang ke lokasi langsung memasang garis polisi di rumah IDS.

Petugas menemukan surat pendek yang diduga ditulis anaknya dan ditaruh di bawah pintu kamar rumah almarhum. Surat tersebut berisi kalimat-kalimat penyemangat untuk sang ayah, agar bisa melawan ganasnya paparan COVID-19.

"Almarhum ini melakukan isoman sejak tanggal 29 Juni hingga ditemukan meninggal dunia pada tanggal 10 Juli," ujar Kepala Desa Purwosono Hendrik Dwi Martono kepada detikcom, Sabtu (10/7/2021).

Petugas medis dengan memakai APD membawa jenazah IDS ke rumah saki untuk dilakukan pemulasaraan, sebelum dimakamkan.

Simak video 'Kriteria Tempat Isoman yang Baik dan Aman di Rumah':

[Gambas:Video 20detik]