Usai 'Kebumen di Rumah Saja', Bupati Canangkan 'Gerakan Kebumen Pulih'

Rinto Heksantoro - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 20:16 WIB
Pemkab Kebumen
Foto: Rinto Heksantoro
Kebumen -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, Jawa Tengah telah menerapkan gerakan di rumah saja setiap hari Minggu selama PPKM Darurat diberlakukan. Monitoring pun dilaksanakan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto hari ini untuk mengetahui efektiviitas gerakan pemutus mata rantai COVID-19 itu, sehingga bisa tercapai 'Gerakan Kebumen Pulih'.

Monitoring penutupan toko-toko dan pasar-pasar di wilayah Kebumen dilaksanakan pada Minggu (11/7/2021). Sembari berkeliling, Arif Sugiyanto juga membagikan Surat Edaran nomor 443/1322 tentang gerakan 'Kebumen di Rumah Saja' kepada masyarakat. Surat Edaran tersebut sebelumnya telah dikeluarkan pada tanggal 7 Juli 2021, sedangkan gerakan 'Kebumen di Rumah Saja' dilaksanakan secara serentak pada hari Minggu tanggal 11 Juli 2021 dan hari Minggu tanggal 18 Juli 2021.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat semua toko dan pasar di wilayah Kebumen tutup. Penyekatan jalan menuju arah Kota Kebumen juga sudah dilakukan sejak pagi hari hingga dini hari nanti, untuk lebih mengurangi aktivitas masyarakat di dalam kota.

"Hari ini masyarakat kita minta untuk stay at home, tetap berada di rumah bersama keluarga, toko dan pasar kita tutup, aktivitas masyarakat benar-benar kita batasi dengan adanya penyekatan atau penutupan menuju arah kota," kata Arif Sugiyanto saat meninjau lokasi penyekatan di Simpang Lima, Kebumen.

Penyekatan menuju arah kota juga sudah dilakukan sejak PPKM darurat ditetapkan pada 3 Juli 2021 lalu. Kota Kebumen kini memang terlihat lebih sepi dari sebelumnya. Terlebih pada hari Minggu ini, semua toko dan pasar ditutup. Dengan kebijakan ini, Arif ingin mencanangkan 'Gerakan Kebumen Pulih'.

"Kebijakan ini dalam rangka menuju Kebumen Pulih. Kita ingin semua pulih, Kebumen menjadi lebih sehat, aktivitas kembali normal, ekonomi juga pulih. Masyarakat kembali bergembira," lanjutnya

Dalam masa PPKM darurat ini, Arif menginginkan penyekatan jalan diperlebar sampai wilayah Kecamatan Gombong. Nantinya jalan nasional yang melewati Gombong akan dialihkan ke jalan nasional wilayah Selatan.

"Sekarang kan masih di 6 titik, besok kita perlebar sampai Gombong, kendaraan kita alihkan ke selatan." paparnya.

Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama yang ikut mendampingi Bupati dalam monitoring tersebut menambahkan, bahwa terkait penyekatan jalur arah kota memang sudah dilakukan sejak 3 Juli lalu yang dimulai pada malam hari pukul 18.00 WIB sampai dini hari, dan kini eskalasinya akan ditambah.

Mulai Senin (12/7) besok hingga tanggal 20 Juli 2021 mendatang, seluruh akses jalan menuju kota Kebumen akan ditutup tidak hanya malam hari, namun dari pagi sampai dini hari. Artinya, aktivitas masyarakat benar-benar dibatasi. Hanya sektor-sektor tertentu yang diizinkan masuk kota.

"Hanya sektor tertentu yang bisa masuk. Misalnya pegawai yang 50 persen masuk kantor, kita izinkan dengan menunjukkan surat atau tanda pengenal dirinya bekerja di perusahaan tersebut. Masyarakat yang masuk rumah sakit kita izinkan, yang mencari obat kita izinkan. Selebihnya kita minta taati PPKM darurat," jelas Kapolres.

Kapolres menilai kebijakan Bupati dengan adanya gerakan satu hari di rumah dan penyekatan jalur ke kota sangat efektif untuk menekan angka COVID-19. Aktivitas warga jadi berkurang dan terbukti patuh. Pada hari ini jalanan juga tampak sepi lantaran warga tetap berada di rumah.

"Alhamdulillah angka penambahan kasus sudah mulai turun. Penyekatan dan gerakan satu hari di rumah menjadi senjata tambahan bagi kita untuk bisa terus menekan angka COVID-19 sehingga Kebumen bisa cepat pulih," tandasnya.

(akn/ega)