PPKM Darurat Diterapkan, Pedagang Kaki Lima di Kebumen Dapat Bansos

Rinto Heksantoro - detikNews
Sabtu, 03 Jul 2021 20:14 WIB
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat resmi berlangsung mulai hari ini, Sabtu (3/7/2021) hingga 20 Juli 2021. Sebagai bentuk perhatian, pemerintah bakal memberikan bantuan sosial (bansos) kepada para pedagang kaki lima yang terkena dampak kebijakan tersebut.
Foto: Dok. Pemkab Kebumen
Jakarta -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat resmi berlangsung mulai hari ini, Sabtu (3/7) hingga (20/7) 2021 mendatang. Sebagai bentuk perhatian, pemerintah bakal memberikan bantuan sosial (bansos) kepada para pedagang kaki lima yang terkena dampak kebijakan tersebut.

Beberapa kebijakan juga diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam mendukung PPKM Darurat, salah satunya dengan menutup jalan yang masuk ke arah kota setiap pukul 20.00 WIB. Oleh karena itu, para pedagang kaki lima yang berada di alun-alun dan sekitar kota Kebumen diminta untuk tutup.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan hal serupa juga diperuntukkan bagi para pedagang lain yang berada di alun-alun Karanganyar, Gombong, Kutowinangun, dan Prembun.

"Selain pedagang, khusus untuk penyedia jasa mainan anak, kita minta untuk tutup sementara sampai batas waktu yang akan ditentukan lebih lanjut," ujar Arif usai bertemu dengan para pedagang alun-alun dan para pengusaha ritel di Pendopo Kabupaten, Sabtu (3/7/2021).

Menurutnya, sebagai bentuk perhatian, pemerintah bakal memberikan bansos kepada para pedagang kali lima yang terkena dampak PPKM darurat tersebut, termasuk pedagang kaki lima yang berada di objek wisata.

"Pemerintah akan memberikan bantuan masing-masing Rp 750 ribu. Langsung dikirim ke bank, sesuai penerimanya. Harapannya bisa membantu mereka selama kebijakan ini berlaku," jelasnya.

Adapun aturan lain yang berlaku yakni untuk swalayan atau supermaket diizinkan buka dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Sementara untuk restoran dan rumah makan hanya diizinkan untuk membuka layanan delivery order atau take away.

"Untuk supermarket atau swalayan yang diizinkan hanya lantai satu, khusus untuk kebutuhan pokok. Saya ingatkan lagi khusus kebutuhan pokok. Yang lainnya harus tutup," tegasnya.

Sementara itu, untuk tempat ibadah, Arif juga memastikan semua ditutup, masyarakat diminta untuk ibadah di rumah masing-masing. Tak hanya itu, obyek wisata pun juga ditutup, sedangkan para pegawai pemerintah atau ASN selama PPKM darurat ini WFH 100 persen, kecuali pegawai struktural.

Arif meminta agar masyarakat tidak menyepelekan virus Corona yang terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan di berbagai daerah. Tak lupa ia juga mengimbau agar semua pihak tidak abai protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Saya harap seluruh masyarakat selama PPKM darurat ini mematuhi aturan supaya penyebaran Corona ini bisa kita tekan atau berkurang. Karena kita tahu virus ini penyebarannya begitu cepat. Hari ini saja laporan ada 10 orang yang meninggal," tandasnya.

(akd/ega)