Segelintir Warga Berolahraga di Jalan Sudirman Minggu Pagi Kala PPKM Darurat

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 07:55 WIB
Warga berolahraga di kawasan Sudirman (Rakha/detikcom)
Foto: Warga berolahraga di kawasan Sudirman (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, yang biasa ramai warga berolahraga di Minggu pagi, kini tampak sepi. Hal ini seiring penerapan PPKM Darurat.

Pantauan detikcom, Minggu (11/7/2021) tepatnya di depan Mal fX Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pukul 07.15 WIB, terlihat segelintir warga berolahraga. Mereka tampak sedang jogging dan bersepeda di sepanjang area trotoar.

Tidak tampak ada kerumunan di sekitar area ini. Warga yang berolahraga tampak menggunakan masker.

Kawasan ini dijaga ketat oleh petugas dari Satpol PP, polisi dan Dishub. Warga yang kedapatan berolahraga di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman diminta untuk minggir dan diarahkan ke area trotoar.

Selain itu, arus lalu lintas pagi ini terpantau sepi. Mayoritas hanya angkutan umum, seperti TransJakarta dan hanya sedikit kendaraan pribadi yang melewati di kawasan ini.

Di depan fX Sudirman, terdapat titik penyekatan yang dibatasi dengan barier plastik berwarna oranye. Hanya warga yang membawa surat tanda registrasi pekerja (STRP) yang dapat melewati titik penyekatan.

Sejumlah warga yang hendak melintas ke Jalan Jenderal Sudirman dari arah Jalan Pintu Satu Senayan terlihat diminta petugas untuk menunjukan STRP. Selain itu, petugas juga menanyakan tujuan warga yang hendak melintas.

Sebagaimana diketahui, selama PPKM darurat, warga Jakarta tidak lagi diizinkan berolahraga di tempat umum pada akhir pekan.

"Sabtu-Minggu masyarakat Jakarta biasa berolahraga. Silakan meneruskan olahraga di rumah, di kompleks, tapi tidak keluar," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers, Jumat (2/7/2021).

Anies menegaskan larangan itu berlaku bagi semua jenis olahraga, termasuk bersepeda. Dia menekankan akan menertibkan warga yang tidak patuh pada pembatasan mobilitas ini.

"Baik yang bersepeda, baik yang lari, baik yang jalan. Jangan lakukan di jalan-jalan raya. Lakukan itu di rumah, di kompleks. Termasuk yang bersepeda. Kita akan melakukan penertiban. Kalau melanggar, diangkut bersama sepedanya," ujarnya.

(isa/isa)