Dukung Pemerintah Atasi COVID, Bendum PB HMI Nilai Seruan Revolusi Tak Relevan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 15:16 WIB
Bendahara Umum PB HMI Abdul Rabbi Syahrir
Bendahara Umum PB HMI Abdul Rabbi Syahrir Foto: dok pri
Jakarta -

Bendahara Umum PB HMI Abdul Rabbi Syahrir mengatakan, sebagai negara demokrasi, di Indonesia sah-sah saja mengkritik pemimpin negara. Namun demikian, dia meminta lebih baik saat ini semua fokus gotong-royong mengatasi pandemi COVID-19.

Rabbi Syahrir menyampaikan, kritik adalah bentuk ekspresi dalam berdemokrasi. Kendati demikian kritik harus mempertimbangkan substansi dan energi perbaikan dari lahirnya sebuah kritik.

"Saya kira kita semua bersepakat bahwa kritik adalah bentuk ekspresi dalam berdemokrasi," kata Rabbi dalam rilis kepada wartawan, Sabtu (10/7/2021).

Akan tetapi, lanjut Rabbi, kritik juga harus mempertimbangkan substansi dan energi perbaikan dari lahirnya kritik tersebut. Pada prosesnya kritik harus mengedepankan prinsip moral dan etik, karena menurutnya bagaimanapun kritik harus sama-sama dipahami sebagai sebuah upaya 'negosiasi nilai'.

Rabbi menyampaikan pernyataan tersebut menanggapi adanya seruan revolusi yang disampaikan oleh beberapa pihak.

"Saya menilai bahwa seruan yang demikian itu sudah tidak lagi relevan di tengah sistem demokrasi yang kita anut," ucapnya.

Rabbi berpandangan demokrasi menjadi pilihan sistem pemerintahan terbaik karena dapat mengakomodasi beragamnya kepentingan dan aspirasi masyarakat.

"Sistem demokrasi telah memberikan ruang untuk pergantian suatu kepemimpinan melalui proses yang demokratis dan konstitusional yakni Pemilihan Umum (Pemilu). Oleh karenanya setiap gerakan dan kritik yang bertujuan agar terjadi chaos sehingga menimbulkan instabilitas di tengah masyarakat tidak dapat dibenarkan," ucapnya.

Terakhir Rabbi mengajak semua pihak saat ini fokus untuk mengatasi wabah COVID-19 yang masih mengkhawatirkan. Menurutnya dengan gotong-royong oleh semua pihak, pandemi ini bisa cepat teratasi. Dia juga mengajak masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi yang digalakkan pemerintah.

"Melalui kesempatan ini harus saya sampaikan di tengah kondisi negara yang sedang diserang wabah COVID-19 ini dan menunjukkan keadaan yang semakin parah, marilah kita semua untuk bergotong-royong bergandengan tangan melawan wabah ini secara bersama-sama dengan berinisiatif mendatangi setiap gerai-gerai vaksin yang telah disediakan oleh pemerintah demi meminimalisir pemaparan," ujarnya.

(hri/fjp)