Kapan Waktu Sholat Dhuha yang Tepat Sesuai dengan Hadits?

Rahma Indina Harbani - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 05:23 WIB
Tempat sholat mushola. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Kapan Waktu Sholat Dhuha yang Tepat Sesuai dengan Hadits? (Ilustrasi: Foto: Dikhy Sasra)
Jakarta -

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat muslim adalah sholat dhuha. Sholat dhuha adalah sholat yang dilakukan pada waktu pagi hari atau waktu dhuha. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat dhuha?

Mengutip dari buku yang bertajuk Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Ustadz Arif Rahman, waktu dhuha dimulai ketika matahari naik setinggi ombak, kira-kira selama lima belas menit. Selain itu, ketika matahari juga bersinar penuh menghiasi kira-kira seperempat langit dan masih berada di sisi timur.

Sementara waktu habisnya sholat dhuha disebutkan pada masuknya waktu dzuhur. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dari Ali RA, ia berkata:

"Rasulullah SAW mengerjakan sholat dhuha dengan enam rakaat pada dua waktu: (1) ketika matahari terbit kira-kira lima belas menit, Rasul sholat dua rakaat (sholat ini disebut sholat isyraq); (2) ketika matahari bersinar penuh menghiasi kira-kira seperempat langit dan masih berada pada sisi timur, Rasul sholat empat rakaat," (HR. At Tirmidzi, An Nasa'i, dan Ibnu Majah)

Masih mengutip dari sumber yang sama, adapun waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan sholat dhuha terbagi menjadi dua, yaitu awal waktu dan akhir waktu.

Sholat dhuha pada awal waktu artinya setelah matahari terbit dan meninggi hingga setinggi tombak. Hal ini dilandaskan dari hadist yang diriwayatkan dari dari Amr bin Abasah, Rasulullah bersabda:

Arab: صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

Artinya: "Kerjakan sholat Subuh kemudian tinggalkan sholat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud." (HR. Muslim)

Sementara waktu utama mengerjakan shalat Dhuha adalah di akhir waktu, yaitu saat matahari akan tergelincir ke Barat.

Menurut Syaikh Ibnu 'Utsaimin dalam Syarh Al Arba'in An Nawawiyah, batas waktu sholat Dhuha sekitar 10 atau 5 menit sebelum waktu zawal (matahari tergelincir ke barat). Sebagaimana dalam hadits berikut ini:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Artinya: Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, "Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "(Waktu terbaik) shalat awwabin (shalat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari." (HR. Muslim no. 748)

Tentang surat yang dianjurkan untuk dibaca saat sholat dhuha, menurutdalam bukunya, surat yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca pada rakaat pertama sholat dhuha adalah surah Asy-Syams, sementara pada rakaat kedua yang dibaca adalah surah Ad-Dhuha.

Salah satu riwayat hadits berbunyi:

"Rasulullah pernah memerintahkan pada kami mengerjakan sholat dhuha dengan membaca Surah Asy-Syams dan Surah Ad-Dhuha." (HR. Thabrani)

Nah, setelah memahami waktu sholat dhuha yang tepat dan surat yang dibacanya, jangan lupa mengerjakan sholat dhuha ya, sahabat hikmah!

Lihat juga Video: Masjid di Jaksel Masih Gelar Salat Jumat Jelang PPKM Darurat

[Gambas:Video 20detik]



(erd/erd)