Round-Up

Miris Alasan Pelempar Batu Gereja Samarinda yang Ternyata Bukan Teroris

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 21:12 WIB
Gereja di Samarinda, Kalimantan Timur, dirusak karena menolak memberikan saluran listrik ke sebuah kios. Dua pelaku perusakan kini telah diamankan tim gabungan Polresta Samarinda dan Densus 88 Antiteror Polri.
Gereja di Samarinda dilempar orang. (20detik)
Jakarta -

Aduh, miris mengetahui motif dibalik pelemparan batu ke gereja di Samarinda ini. Si pelempar batu cuma ingin kebagian listrik untuk menerangi warung mungil.

Perusakan Gereja Sidang Jemaat Kristus sempat menyedot perhatian. Densus 88 Antiteror turun tangan mencari tahu, apakah ada keterlibatan jaringan terorisme dalam perusakan gereja di Jl Pulau Irian, Samarinda, Kalimantan Timur.

Gereja ini dirusak pada Kamis (8/7) pukul 03.30 Wita dini hari. Batu-batu dilemparkan oleh orang tak dikenal. Bagian gereja mengalami kerusakan.

Polisi bergerak. Ada dua orang yang ditangkap, yakni inisial MH (37) dan RM (37). MH melempari batu dan RM Membantu. Motivasi MH adalah menuntaskan sakit hati akibat tidak diberi izin mendapatkan listrik gereja. MH punya istri yang menjaga warung di Gang Cenderawasih yang menjadi akses gereja.

"Jadi kios istri pelaku berada tidak jauh dari gereja. Karena tidak ada lampunya, pelaku meminta izin dialiri listrik dari gereja. Pelaku juga mengaku siap membayar, namun ditolak," kata Kasubag Humas Polresta Samarinda AKP Annisa kepada detikcom, Jumat (9/7/2021).

Selanjutnya, beraksi hingga ditangkap