Prabowo: Tak Ada Kawan-Lawan Abadi di Persaingan Antarbangsa, Jangan Naif!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 18:51 WIB
Prabowo Subianto merapat ke Istana jelang pengumuman dan pelantikan menteri Kabinet Kerja Jilid II, Rabu (23/10/2019).
Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/ Wahyu Putro A)
Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengungkapkan ada pihak yang ingin Indonesia selalu dalam posisi lemah. Hal tersebut, menurut Prabowo, bukan soal perasaan suka dan tidak suka.

"Ada pihak yang selalu ingin Indonesia dalam posisi lemah. Apalagi negara Indonesia, apalagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini bukan masalah like and dislike, ini bukan masalah suka dan tidak suka. Ini bukan masalah sayang dan tidak sayang, ini bukan masalah baik-tidak baik," kata Prabowo dalam webinar Optimalisasi Industri Pertahanan Dalam Konteks Kepentingan Nasional RI di Abad 21, Jumat (9/7/2021).

Prabowo menjelaskan bahwa dalam hubungan antarnegara, tak ada kawan dan lawan abadi, melainkan kepentingan yang abadi.

"Dalam persaingan antara bangsa, tidak ada like and dislike, tidak ada kawan yang abadi dan tidak ada lawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi," ujarnya.

Selain itu, Prabowo mengatakan dalam relasi antarnegara pasti ada pihak yang ingin mengambil keuntungan. Bahkan, kata Prabowo, kekayaan Indonesia pun dapat diambil negara lain.

"Dalam hubungan antara negara, yang dipikirkan adalah negara dia dulu. Dia tidak ada urusan dia kalau bersahabat bersama kita dia bersahabat karena memang dia harus bersahabat atau perlu bersahabat, tapi kalau bisa dia menarik keuntungan dari kerusakan kita, kalau dia bisa menarik keuntungan dari penderitaan kita, kalau dia bisa mengambil kekayaan kita dia akan mengambil," ucap Prabowo.

"Jadi kita tidak boleh naif, Saudara-saudara sekalian," imbuhnya.

Lihat juga video '3 Besar Elektabilitas Capres 2024 Voxpol: Ganjar, Prabowo, dan Anies':

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/imk)