Kala Ganjar-Anies Posting Ustaz Das'ad Jelaskan Masjid Ditutup Saat PPKM

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 17:43 WIB
Jakarta -

Dai kondang, Ustaz Das'ad Latif, menjawab pertanyaan soal masjid yang ditutup sementara pasar dibuka saat PPKM Darurat diberlakukan di Jawa dan Bali. Ceramah itu diposting Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Video tersebut awalnya diunggah di kanal YouTube Das'ad Latif. Video berdurasi 4 menit 24 detik itu lalu diunggah Ganjar dan Anies di akun Instagram masing-masing.

Dilihat detikcom, Ganjar lebih dulu mengunggah video ceramah Ustaz Das'ad Latif tersebut. Ganjar meminta warganet mendengarkan ceramah Ustaz Das'ad Latif.

"Mari kita dengarkan ceramah ustad @dasadlatif1212 . Saya doakan panjenengan sehat & selalu bersemangat dalam menjalani kegiatan se hari2. Jangan lupa bahagia ya?!" kata Ganjar seperti dilihat di akun Instagramnya, @ganjar_pranowo, Jumat (9/7/2021).

Video ceramah Ustaz Das'ad Latif juga diunggah Anies di akun Instagram-nya, @aniesbaswedan. Anies menambahkan caption di postingan tersebut dengan judul '3 Jawaban 2 Nasehat Pelaksanaan PPKM'.

Anies mengaku mendapatkan rekaman ceramah tersebut dari sahabatnya. Karena merasa isi ceramah menarik, Anies disambungkan dengan Ustaz Das'ad Latif hingga kemudian mendapatkan izin untuk diunggah di akun Instagram-nya.

"Saya sampaikan pada beliau ucapan terima kasih atas izinnya untuk boleh mengunggah ceramah ini. Sebuah pesan penting untuk kita renungkan sama-sama. Renungan dari seorang ustadz yang cerdas dan selalu mampu melihat masalah dari sudut pandang yang baru," ungkap Anies.

Isi Ceramah Ustaz Das'ad Latif

Ustaz Das'ad Latief menjelaskan mengapa rumah ibadah seperti masjid tutup dan pasar boleh buka selama PPKM darurat di Jawa dan Bali. Dia mengaku mendapat banyak pertanyaan dari warganet tentang pendapat ustaz terkait penutupan masjid selama PPKM di Jakarta.

Ustaz Das'ad menyatakan mendukung penutupan rumah ibadah, termasuk masjid, lantaran telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tidak mengikuti pendapat ulama secara pribadi. Baginya, di dalam MUI terdapat banyak ahli mulai dari ahli fiqih, sejarah, filsafat, hingga ahli sosial, sehingga keputusan penutupan masjid itu telah dimusyawarahkan dengan baik.

"Tidak semua masjid di Indonesia ditutup, khusus di Jakarta (dan daerah yang berlaku PPKM). Kenapa Jakarta? Terlalu banyak korban COVID, maka majelis ulama menganjurkan sementara beribadah di rumah," kata dia lewat akun YouTube-nya, @Das'ad Latif, Jumat (9/7).

Lalu dia melanjutkan dengan banyaknya warga yang membandingkan ditutupnya masjid dan dibukanya pasar. Dia menegaskan fungsi rumah ibadah, seperti masjid, bisa dilakukan di rumah dan tidak dengan pasar.

"Pahami madeceng-deceng (baik-baik), semua fungsi-fungsi masjid bisa dipindahkan dan dilakukan di rumah. Saya ulang, semua fungsi-fungsi masjid bisa dipindahkan dan dilakukan di rumah. Apa maksudnya? Salat berjamaah boleh di rumah, berdoa boleh di rumah, ngaji boleh di rumah, zikir boleh di rumah. Tapi fungsi-fungsi pasar, tidak bisa kau pindahkan ke rumah," tegas dia.

"Mau beli beras, tidak ada beli beras. Beli ko di rumah mu? Cocok kalau paballu berra' ko (kalau kamu penjual beras). Kalau orang lain? Habis gas, mau masak kebutuhan pokok tidak ada gas? di mana beli? Dan tidak semua pasar dibuka, hanya pasar pasar tertentu," imbuhnya.

Pada ceramahnya itu, dia juga menyinggung soal pesan-pesan negatif di media sosial yang menyebarkan soal kebencian. Dia mengimbau masyarakat untuk lebih bijaksana menggunakan dan menerima pesan di media sosial, dan tidak membuang tenaga untuk hal tersebut. Das'ad juga berpesan agar pemerintah agar lebih serius untuk menangani COVID-19.

(jbr/idh)