WN Rusia Positif COVID-19 Keliaran di Bali Dideportasi Usai Karantina

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 16:13 WIB
Ilustrasi Bali (Angga Riza/detikcom)
Foto: Ilustrasi Bali (dok. detikcom)
Denpasar -

Tim gabungan di Bali mengamankan seorang perempuan warga negara (WN) Rusia bernama Anzhelika (33) yang berkeliaran dalam kondisi positif COVID-19. Ia diamankan di tempatnya menginap di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

"Sudah kita amankan, bahkan kita masukkan ke Hotel Ibis untuk dikarantina," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (9/7/2021).

Untuk diketahui, Hotel Ibis di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung dibuka oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sebagai lokasi karantina terpusat bagi masyarakat yang terpapar COVID-19. Lokasi karantina itu dibuka lantaran kasus COVID-19 di Pulau Dewata terus melonjak.

Dewa Dharmadi mengatakan, setelah menjalani karantina nantinya, pihaknya bakal langsung membuatkan surat rekomendasi deportasi terhadap WNA tersebut. Sebab, ia sudah melanggar protokol kesehatan tanpa memakai masker, padahal sudah mengetahui dirinya sedang terjangkit COVID-19.

"Kita rekomendasi deportasi kepada (Kanwil) Kemenkumham (Bali) karena sudah dengan sengaja berkeliaran beraktivitas tanpa menggunakan masker. Padahal dia sudah tahu dirinya terpapar COVID-19," jelas Dewa Dharmadi.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Jaya Saputra mengatakan bahwa WNA tersebut diketahui positif COVID-19 pada Rabu (7/7) saat melakukan swab test PCR untuk kepentingan perjalanan pulang ke negaranya.

Namun saat hasil tes PCR tersebut keluar dari laboratorium Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Udayana (RSPTN Unud) dengan hasil positif, bule itu tidak melakukan karantina. Tetapi tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

"Dia kan kemarin mau pulang, swab dulu (dan) hasilnya positif. Mungkin dia tahu nggak terbang, mungkin. Kabur dia, takutnya dia kan menyebar ke yang lain," kata Ngurah Jaya.

Simak juga video 'Kriteria Pasien COVID-19 yang Bisa Isoman dan Harus Dirawat di RS':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)