Juliari Ngaku Baru Tahu soal Pungutan Fee Vendor Bansos Corona di Sidang

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 15:20 WIB
Juliari Peter Batubara kembali menjalani sidang kasus korupsi bansos di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang menghadirkan saksi Ketua DPC PDIP Kendal, Akhmad Suyuti.
Juliari Batubara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengaku beberapa kali mengunjungi daerah memakai pesawat jet pribadi atau private jet. Juliari mengatakan penggunaan private jet sudah sesuai dengan aturan Kemensos.

"Kalau inisiasi, dibilang inisiasi bukan dalam arti saya. Karena saya sering diskusi dengan Sekjen dalam beberapa kali diskusi, beliau sampaikan apabila ada perjalanan dinas sifatnya bencana atau kedaruratan pihak Mensos dibolehkan menyewa pesawat," kata Juliari saat bersaksi untuk terdakwa Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (9/7/2021).

Juliari mengatakan sering menggunakan private jet. Menurutnya, penggunaan private jet itu tidak melanggar aturan Kemensos.

"Oleh karena itu, perjalanan yang agak mendadak atau tempat yang nggak bisa pakai pesawat reguler, maka diperkenankan itu. Tidak mungkin saya jalankan kalau itu melanggar aturan," katanya.

"Penjelasan Sekjen Kemensos (kunjungan) bencana nonalam, bencana alam bisa menggunakan transportasi itu," imbuhnya.

Dia juga membantah kalau dikatakan uang yang digunakan untuk membayar private jet berasal dari dari KPA Bansos Adi Wahyono. Menurut Juliari, uang membayar private jet itu dari DIPA Kemensos.

"Saya selalu sampaikan ke Selvi (sekretaris pribadi Juliari) minta (uang) ke Biro Umum," katanya.

Juliari Bantah Pungut Fee Rp 10 Ribu

Dalam sidang ini, Juliari juga membantah dakwaan jaksa KPK terkait memerintahkan KPA bansos Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso. Juliari mengaku baru tahu ada pungutan fee bansos ke vendor itu saat sidang.

"Saya baru tahu ada kasus ini, sebelumnya tidak pernah," kata Juliari.

Dia juga mengatakan tidak pernah menunjuk vendor bansos. Terkait kuota bansos dia mengaku tidak tahu-menahu dan menyerahkan ke KPA dan PPK.

"Saya pernah sampaikan hanya agar BUMN atau BUMD dan mereka miliki core business tak terlalu jauh dari pekerjaan tersebut agar diberikan kesempatan, kalau lain-lain biasanya hubungi saya lewat WA, saya sampaikan agar mereka datang langsung ke Kemensos, dan silakan saja hubungan sama pihak terkait," katanya.

"Setahu saya (penunjukan vendor) PPK," tambahnya.

Juliari juga mengaku tidak menerima uang dari perusahaan yang menjadi vendor bansos. "Tidak pernah," katanya.

Simak juga video 'Belasan Warga Jabodetabek Gugat Juliari Ganti Rugi Bansos Tak Layak!':

[Gambas:Video 20detik]