Pelempar Gereja Samarinda Ditangkap di Rumah Residivis Bandar Narkoba

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 14:09 WIB
Polisi olah TKP gereja dilempari batu oleh OTK (Suriyatman/detikcom).
Foto: Polisi olah TKP gereja dilempari batu oleh OTK (Suriyatman/detikcom).
Jakarta -

Dua pria MH (37) dan RM (37) yang diduga melempar batu ke Gereja Sidang Jemaat Kristus Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), ditangkap polisi. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan MH ditangkap di rumah seorang residivis narkoba.

"Pukul 18.30 Wita Tim Satgaswil Kaltim berhasil mengamankan salah satu terduga pelaku atas nama MH di daerah Jalan Pesut Samarinda di rumah saudara A (bandar narkoba)," ujar Ramadhan saat dihubungi, Jumat (9/7/2021).

"(A merupakan) residivis," sambungnya.

Setelah ditangkap, Ramadhan menjelaskan MH dibawa ke Mapolsek Samarinda Kota untuk diinterogasi. Dalam interogasi tersebut, MH diduga melempar batu ke gereja bersama RM.

Tidak lama berselang, RM menyerahkan diri ke Polsek Samarinda Kota. Ramadhan mengungkapkan peran RM hanya ikut-ikutan melempari batu ke gereja.

"Sekitar pukul 20.10 Wita, terduga pelaku atas nama RM menyerahkan diri datang ke Mako Polsekta Samarinda Kota. RM hanya solidaritas atau ikut-ikutan melakukan perbuatan tersebut," kata Ramadhan.

Sebelumnya, Polresta Samarinda bersama Densus 88 Polri menangkap dua pelaku pelemparan batu ke Gereja Sidang Jemaat Kristus Samarinda. Keduanya masih diperiksa di Polres Samarinda.

"Benar, sudah kami amankan pelaku dan keduanya ditangkap di tempat persembunyiannya sekitar pukul 17.00 Wita Kamis sore," ujar Kasubag Humas Polresta Samarinda AKP Anissa Prastiwi kepada detikcom, Jumat (9/7).

Kedua pelaku melakukan aksinya di Gereja Sidang Jemaat Kristus, Jalan Pulau Irian, Samarinda, pada Kamis (8/7) dini hari kemarin. MH dan RM merupakan warga Samarinda.

Marah Tak Diizinkan Nebeng Listrik ke Gereja

Polisi menyebut pelaku sakit hati karena pihak gereja tidak memberikan aliran listrik ke kios istri pelaku MH yang berada tepat di depan Gang Cenderawasih, yang menjadi akses ke gereja.

"Jadi kios istri pelaku berada tidak jauh dari gereja. Karena tidak ada lampunya, pelaku meminta izin dialiri listrik dari gereja. Pelaku juga mengaku siap membayar, namun ditolak," kata AKP Annisa.

"Karena ditolak inilah, pelaku, yang mengaku pernah tinggal di dekat gereja, sakit hati. Ia pun kemudian mengajak rekannya, RM, melakukan perusakan," jelas Annisa.

Sebelum melempari gereja dengan batu, kedua pelaku mengaku sempat menenggak minuman keras di Jl Pesut. Mereka lalu mendatangi gereja dan melakukan perusakan.

Setelah melakukan perusakan, keduanya kabur ke tempat persembunyian. Mereka akhirnya ditangkap petugas pada Kamis (8/7) sekitar pukul 17.00 Wita.

(jbr/jbr)