Round-Up

Absensi di Senayan Dibahas Usai 'Failed Nation' Disinggung Ibas

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 08:03 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono menjadi salah satu pembicara di seminar nasional DPR. Turut hadir di acara tersebut Imam Nahrawi dan Ibas.
Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas (Lamhot Aritonang/detikcom)

Respons PD Saat Absensi Ibas Dibahas

Partai Demokrat tentu tak tinggal diam waketumnya, Ibas, jadi 'bulan-bulanan'. Kepala Bakomstra (Badan Komunikasi Strategis) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra pun Heran mengapa kritik soal penanganan Corona, yang terkait dengan nyawa, justru dibalas dengan absensi.

"Ini kan yang bicara anggota Dewan. Kalau level buzzer kita masih memaklumi, memang levelnya segitu. Kita sedang membahas nasib nyawa rakyat, dia malah bahas daftar hadir. Logical fallacy benar ini," ujar Herzaky.

Elite PD lainnya juga ikut membela. Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Putu Supadma Rudana mengulas aturan pembatasan rapat fisik di DPR karena virus Corona varian Delta. Putu, yang juga anggota Komisi VI, menegaskan bahwa Ibas aktif dalam rapat di DPR.

"Setiap fraksi punya mekanisme, penugasan, dan pengaturannya juru bicara sendiri. Mas Ibas sendiri juga aktif bertugas di DPR RI dan ikut mengawal setiap proses pengambil keputusan di DPR RI. Beliau berperan penting tidak hanya di Komisi VI, tapi juga di Badan Anggaran sebagai pimpinan," sebut Putu.

Wasekjen PD Irwan juga tidak terima Ibas 'diserang'. Irwan mengungkit dukungan yang diberikan Partai Demokrat ke pemerintah terkait penanganan pandemi COVID-19.

"Harus diingat bahwa Fraksi Partai Demokrat memberikan dukungan penuh pada pemerintah dalam penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional melalui dukungan atas Perppu Nomor 1 Tahun 2020, yang kemudian menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2020," kata Wasekjen PD Irwan kepada wartawan.

Irwan menilai narasi failed nation yang digaungkan Ibas semestinya dianggap sebagai masukan untuk pemerintah. Sebab, PD menganggap penanganan Corona yang dilakukan pemerintah jauh dari kata berhasil.

"Bahwa pernyataan failed nation dari Mas Ibas Ketua Fraksi Partai Demokrat itu harusnya dilihat sebagai masukan, warning, dan wake up call pada pemerintah atas kondisi penanganan COVID-19 yang masih jauh dari standar dan keberhasilan," sebut Irwan.


(zak/zak)