Polisi ke Bos Perusahaan Non-esensial: Jangan Egois, Kuburan Sudah Penuh

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 17:03 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap banyaknya mobilitas pekerja di sektor non-esensial di masa PPKM darurat. Polisi meminta para pengusaha untuk tidak egois dan mementingkan keuntungan semata di tengah kasus COVID-19 yang belum reda ini.

"Kami bergerak terus mengingatkan para pimpinan-pimpinan perusahaan, tolong jangan egois," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (8/7/2021).

Menurut Yusri, para pimpinan perusahaan itu harus memiliki kepekaan terhadap kondisi pandemi Corona di Jakarta saat ini. Dia menyebut rumah sakit dan pemakaman telah dipenuhi pasien dan jenazah COVID-19 saat ini.

"Lihat kuburan saja sudah penuh, apalagi rumah sakit maupun juga Wisma Atlet yang ada. Apa mau pegawainya jadi korban?" tegas Yusri.

Tindak Tegas Perusahaan Bandel

Untuk itu, pengawasan kepada perusahaan non-esensial dan non-kritikal yang tetap beroperasi selama PPKM darurat ini akan terus diawasi. Sanksi tegas telah disiapkan bagi para pelanggarnya.

"Kami akan tindak tegas pimpinan atau pemilik dari perusahaan tersebut apabila melanggar aturan," ucap Yusri.

Pagi tadi Polda Metro Jaya pun telah menggelar apel perihal persiapan pengawasan dan penindakan perusahaan non-esensial dan non-kritikal yang tetap beroperasi saat PPKM darurat. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menegaskan akan 'menyikat' para bos perusahaan yang membandel tersebut.

"Kita sikat majikan yang tidak berkepentingan kepada keselamatan dan kemanusiaan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/7/2021) pagi.

Pernyataan keras dari Fadil itu didasari temuan banyaknya karyawan perusahaan non-esensial dan non-kritikal yang tetap masuk kantor selama PPKM darurat. Kepada polisi, mereka mengaku disuruh oleh para atasannya.

"Hasil observasi saya di lapangan, hasil interview saya di jalan masih banyak masyarakat, karyawan yang bekerja karena disuruh, diperintah oleh atasan atau majikan," ungkap Fadil.

Simak video '21 Kantor non-Esensial Pelanggar PPKM Darurat Naik Penyidikan':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mea)