Kapolda Metro: Jangan Sampai Jakarta dan COVID Jadi Kisah Sedih Tak Berujung

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 12:08 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat jumpa pers penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi, Senin (29/3/2021)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran hari ini menurunkan Satgas Gakkum PPKM Darurat untuk menyisir perkantoran non-esensial dan non-kritikal yang masih tetap ngantor. Fadil Imran mengatakan akan menindak tegas bos perusahaan yang tidak mementingkan keselamatan nyawa pekerja di tengah pandemi COVID-19 ini.

"Hasil observasi saya di lapangan, hasil interview saya di jalan, masih banyak masyarakat-karyawan yang bekerja karena disuruh-diperintah oleh atasan atau majikan. Kita sikat majikan yang tidak berkepentingan pada keselamatan dan kemanusiaan," tegas Fadil Imran di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Fadil Imran meminta para pekerja di perusahaan non-esensial/kritikal melapor jika dipaksa mengantor.

"Sampaikan kepada majikan dan atasan tiap perkantoran untuk bersama menjaga keselamatan," katanya.

Fadil Imran meminta perusahaan non-esensial memanfaatkan teknologi untuk bekerja dari rumah. Di sisi lain, Fadil memerintahkan jajaran untuk menindak tanpa pandang bulu pelanggar PPKM darurat.

"Jangan sampai kita, Jakarta, dan COVID jadi kisah sedih yang tak berujung. Jangan ada lagi klaster COVID di Jakarta," katanya.


Sisir Perkantoran di Gedung Pencakar Langit


Polda Metro Jaya mengevaluasi sejumlah catatan dalam pelaksanaan PPKM darurat yang memasuki hari keenam ini. Salah satunya terkait pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di lingkungan perkantoran non-esensial dan non-kritikal selama PPKM darurat.

"Kita akan mengoptimalkan PPKM darurat khususnya di gedung perkantoran. Sebagaimana kita ketahui, laju penyebaran COVID-19 di Jakarta semakin hari semakin tinggi. Mari kita sisir gedung perkantoran pencakar langit seperti yang ada di depan ini," kata Fadil di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Menurut Fadil, kebijakan penyekatan dan pengawasan berbasis komunitas selama PPKM darurat akan berakhir percuma jika perkantoran non-esensial dan non-kritikal tetap beroperasi. Untuk itu, pengawasan di lokasi tersebut harus segera diperketat.

"Hasil observasi di lapangan, interview di jalan, masih banyak masyarakat yang bekerja karena disuruh-diperintah oleh atasan atau majikan. Pengetatan tidak boleh hanya di basis komunitas, tidak boleh hanya di RT dan RW. Tidak boleh hanya di jalan, hal ini semua akan jadi sia-sia jika atasan tetap menyuruh kerja," terang Fadil.

(ygs/mea)