Andre Rosiade: Lebih Baik Ibas Hadir di Komisi VI daripada Teriak di Luar

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 09:56 WIB
Anggota Fraksi Gerindra Andre Rosiade/Dok Istimewa
Anggota Fraksi Gerindra Andre Rosiade saat rapat di Komisi VI DPR.
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (Waketum PD) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) jadi perbincangan setelah berteriak mengenai Indonesia bisa menjadi failed nation dalam menghadapi pandemi COVID-19. Kolega Ibas di Komisi VI DPR Andre Rosiade menyarankan Ibas untuk memberikan kontribusi nyata saja dengan hadir dalam rapat komisi, baik secara fisik maupun virtual, ketimbang berbicara di luar.

"Mengenai kritik Mas Ibas mengenai negara kita bisa jadi negara failed dalam menghadapi pandemi, saya sebagai sesama anggota Komisi VI DPR, tentu saya bisa sangat memahami kritik dan kegelisahan Mas Ibas," kata Andre kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).

"Saya sebagai sesama anggota komisi VI, saya mengajak Mas Ibas untuk hadir dalam rapat-rapat di Komisi VI dengan mitra-mitra kita. Hadir ini bisa hadir secara fisik maupun secara virtual," lanjut Ketua DPD Gerindra Sumbar itu.

Andre mengatakan, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi VI, Ibas bisa memberikan kontribusi berkaitan dengan tupoksi komisi tersebut, yang bermitra dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Investasi.

"Untuk BUMN, Mas Ibas bisa memberikan masukan bagaimana BUMN farmasi kita bisa meningkatkan pelayanan vaksin kepada masyarakat. Lalu soal produksi obat-obat dan juga vitamin yang dibutuhkan untuk hadapi pandemi ini,lalu juga bisa mendorong dalam rapat, agar holding BUMN rumah sakit, yaitu Pertamedika IHC untuk menambah kapasitas tempat tidur dan ICU, untuk lebih maksimal melayani masyarakat. Termasuk juga mendorong BUMN menyediakan oksigen," tutur Andre.

Kepada Kemendag, lanjut Andre, Ibas sebagai anggota Komisi VI juga bisa memberikan dorongan resmi untuk penanganan pandemi.

"Bisa mendorong Kemendag untuk memastikan oksigen ada di pasaran. Ini penting karena kalau diproduksi saja tanpa dipastikan ada di pasaran, nanti jadi masalah baru. Serta Mas Ibas juga bisa mendorong Menteri Investasi agar melarang investor dari luar negeri memasukkan tenaga kerja asing saat PPKM darurat ini," tutur Andre.

Terakhir, pria yang juga menjabat anggota Dewan Pembina Gerindra Sumbar ini memberikan pesan kepada Ibas.

"Jadi, daripada berteriak di luar, lebih baik Mas Ibas hadir dalam rapat. Kan sayang sekali, Mas Ibas dipilih oleh ratusan ribu orang tapi Mas Ibas tidak hadir dalam rapat. Sekali lagi, hadir bisa bisa secara fisik maupun virtual," pungkas Andre.

Lihat juga Video: Kasus Corona Melesat, 43 Kab/Kota Non Jawa-Bali PPKM Mikro Ketat

[Gambas:Video 20detik]



(tor/fjp)