Duo Bersaudara AHY-Ibas Pertanyakan Kemampuan Negara Atasi Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 07:10 WIB
SBY bersama AHY dan Ibas menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto
AHY dan Ibas (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Dua bersaudara di pucuk pimpinan Partai Demokrat (PD), yaitu Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mempertanyakan kemampuan negara melawan COVID-19. Keduanya khawatir rakyat tak terselamatkan.

Awalnya Ibas-lah yang bicara keras soal kemampuan pemerintah menghadapi pandemi. Dia tidak ingin Indonesia menjadi bangsa gagal dalam penanganan pandemi Corona.

"Begini ya, COVID-19 makin 'mengganas'. Keluarga kita, sahabat kita, dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar, bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini?" kata Ibas dalam keterangan tertulis yang dibagikan Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra, Rabu (7/7/2021).

"Jangan sampai negara kita disebut sebagai 'failed nation' atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," sambung dia.

AHY menyusul. Dia mengawali retorikanya dengan bicara soal status ekonomi Indonesia. Bank Dunia resmi mengumumkan bahwa Indonesia masuk kategori negara lower-middle income atau negara dengan penghasilan menengah ke bawah. Asesmen Bank Dunia per 1 Juli 2021 menyatakan pendapatan nasional bruto (gross national income/GNI) per kapita Indonesia tahun 2020 turun menjadi USD 3.870.

Padahal, tahun lalu GNI per kapita Indonesia berada di level USD 4.050. Capaian tersebut membuat Indonesia naik kelas menjadi upper-middle income country atau negara berpenghasilan menengah ke atas.

AHY menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak ideal. Namun, menurutnya, masalah intinya bukan pada status kelas penghasilan menengah ke bawah.

"Idealnya, kita selalu naik kelas. Jangan tinggal kelas, apalagi turun kelas. Masalah gentingnya, bukan di mana status kelas kita saat ini, tapi mampukah negara ini menyelamatkan rakyatnya dari COVID?" kata AHY dalam keterangan tertulis yang didapat dari Kepala Bakomstra DPP PD Herzaky Mahendra Putra, Rabu (7/7/2021).

Reaksi Partai Pro-Pemerintah

Partai-partai pendukung pemerintah angkat bicara, terutama soal pernyataan Ibas. Golkar bahkan bereaksi keras.

"Tidak tepat rasanya kita bicara failed nation di saat semua pihak sedang berjibaku, bekerja keras," ujar Ketua DPP Gplkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (7/7).

Waketum PPP Arsul Sani meyakini kekhawatiran Ibas soal Indonesia menjadi failed nation dalam penanganan pandemi COVID-19 tidak akan terjadi. Arsul optimistis Indonesia akan bisa melewati pandemi Corona.

"PPP mengajak semua kekuatan politik dan elemen-elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama memfokuskan diri bersama jajaran pemerintahan menanggulangi COVID-19," tutur Arsul kepada wartawan, Rabu (7/7).

Gerindra Santai

Waketum Gerindra Habiburokhman merespons normatif. Habiburokhman mengaku menghormati masukan Ibas soal failed nation.

"Kami menghormati masukan beliau tersebut. Itu bukti, walaupun beliau di luar pemerintahan, sangat concern dan peduli terhadap pengelolaan negara saat ini," tutur Habiburokhman kepada wartawan.

Habiburokhman meminta semua pihak membuka diri terhadap masukan dari berbagai pihak. Anggota Komisi III DPR RI itu menyebut negara yang gagal mengatasi pandemi Corona bisa punah.

"Kita harus membuka diri atas masukan dari seluruh elemen politik bangsa ini, termasuk mahasiswa, buruh, dan parpol. Pandemi ini terjadi secara global dan hampir semua negara mengedepankan persatuan nasional sebagai modal utama mengatasinya," sebut Habiburokhman.

Lihat Video: Kasus Corona Melesat, 43 Kab/Kota Non Jawa-Bali PPKM Mikro Ketat

[Gambas:Video 20detik]




(tor/tor)