Tentang Gaya Kritik Mahasiswa Juluki Jokowi hingga Ma'ruf Amin

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 08:33 WIB
Jokowi dan Maruf Amin (Andhika-detikcom)
Jokowi dan Ma'ruf Amin (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Belum lama masyarakat dihebohkan oleh julukan 'King of Lip Service' yang disematkan ke Presiden Joko Widodo, kini sudah ada julukan lain buat Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, yakni 'King of Silent'. Fenomena ini dinilai merupakan cara mahasiswa menyuarakan hati rakyat.

"Tapi yang perlu digarisbawahi adalah pada saat mahasiswa bicara, itu ada ada hati rakyat yang disuarakan, ada hati rakyat yang diwakilkan, sehingga harus dijadikan masukan kritis oleh pemerintah," ujar pakar ilmu politik Universitas Paramadina Hendri Satrio atau Hensat lewat pesan suara kepada detikcom, Rabu (7/7/2021).

Menurut Hensat, bila konten kritik mahasiswa dirasa kurang pas atau kurang berdasarkan data, sebagai masyarakat dan pihak kampus sebaiknya menyikapinya secara dewasa. Hensat meminta sejumlah pihak tidak mencela kritikan-kritikan mahasiswa.

"Itulah gaya mahasiswa blak-blakan," jelas Hensat.

Terkait julukan 'King of Silent', Hensat merasa perlu berpatok pada Jokowi. Namun selama ini Jokowi, terang Hensat, tidak terlihat keberatan dengan peran Ma'ruf yang dinilai minim.

"Menurut saya, Presiden nyaman dengan peran Kiai Ma'ruf saat ini. Mungkin peran yang diinginkan begitu," tuturnya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Balai Rehabilitasi Pangudi Luhur BekasiWapres Ma'ruf Amin (Foto: dok. Setwapres)

Sementara itu, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai kritik mahasiswa itu memang sering terbilang sadis dan labeling. Adi menduga julukan King of Silent terbentuk karena Ma'ruf yang dianggap irit bicara.

"Kritik mahasiswa itu pasti sadis dengan beragam meme dan labeling," kata Adi.

"Kalau dilihat kecenderungannya, Pak Kiai Ma'ruf memang jarang merespons isu besar, malah lebih banyak menteri tertentu yang bicara. Ini yang kemudian selalu menjadi tanda tanya publik. Apakah Pak kiai memang irit bicara ataukah memang kewenangannya 'dibatasi'? Beda dengan JK, yang nyaris tiap hari muncul ke publik," jelas Adi.

Julukan-julukan tersebut, tutur Adi, merupakan cara kreatif mahasiswa untuk menyampaikan pesan. Di era media sosial seperti sekarang, kritikan dengan meme dan julukan sangat berpeluang besar viral sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat tersebar luas secara cepat.

King of Silent

Kritik lewat konten media sosial itu dilontarkan oleh BEM Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM Unnes). Konten itu diunggah lewat akun Instagram BEM KM Unnes, Selasa (6/7/2021).

Dalam unggahan tersebut, tampak foto Ma'ruf Amin bersanding dengan Jokowi dan di bawahnya ada foto Puan Maharani. Foto Puan tampak berbayang dan tersemat julukan 'Queen of Ghosting'.

Sementara itu, di bawah nama Ma'ruf tertulis 'King of Silent'. Menurut BEM KM Unnes, Ma'ruf Amin justru kini absen dan diam dalam keadaan genting seperti ini.

"Ma'ruf Amin selaku wakil presiden pada masa pandemi harusnya juga turut mengisi kekosongan peran yang tidak bisa ditunaikan oleh presiden. Tidak justru menihilkan eksistensi dirinya di muka publik dan tidak memberikan jawaban yang lugas, gamblang, dan jelas dalam menanggapi problem multidimensional bangsa dan negara, khususnya di masa pandemi. Secara umum, masyarakat menilai Wakil Presiden Ma'ruf Amin terlihat absen dan diam," tulis BEM KM Unnes seperti dilihat Rabu (7/7).

BEM KM Unnes juga melontarkan kritik kepada Puan Maharani, yang disebut 'Queen of Ghosting'. RUU PKS yang tak kunjung disahkan menjadi sorotan BEM KM Unnes.

"Kritik terhadap Puan Maharani dilakukan berdasarkan pandangan bahwa ia merupakan simbol DPR RI. Selaku Ketua DPR RI Puan memiliki peran yang cukup vital dalam pengesahan produk legislasi pada periode ini, khususnya di masa pandemi, yang dinilai tidak berparadigma kerakyatan dan tidak berpihak pada kalangan rentan (UU KPK, UU Minerba, UU Omnibus Law Ciptaker dst.) serta tidak kunjung disahkannya RUU PKS yang sebetulnya cukup mendesak dan dibutuhkan pengesahannya," tuturnya.

Namun, tak berselang lama dari unggahan yang viral itu, akun Instagram @bemkmunnes sudah tidak dapat diakses dan hilang dari pencarian.

King of Lip Service

Sebelumnya, poster BEM UI soal Jokowi itu disampaikan BEM UI lewat akun Twitternya, @BEMUI_Official pada Sabtu (26/6/2021). Dalam cuitannya, BEM UI mengunggah foto Jokowi yang sudah diedit dengan background gambar bibir lengkap dengan mahkota raja.

Presiden Jokowi Tinjau PPKM Mikro di JakpusPresiden Jokowi meninjau PPKM mikro di Jakpus (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)

"JOKOWI: THE KING OF LIP SERVICE," tulis BEM UI dalam caption unggah tersebut.

BEM UI menilai Jokowi kerap mengobral janji manis. Namun, menurutnya, janji Jokowi sering kali tak selaras dengan kenyataan.

"Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitasnya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya," ungkapnya.

Lihat Video: Asal Julukan 'King of Silent' untuk Ma'ruf Hingga Ditanggapi Jubir Wapres

[Gambas:Video 20detik]



(isa/knv)