Survei Capres Future Man Vs Yesterday Man: Anies-Erick Thohir Vs Prabowo

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 07 Jul 2021 19:23 WIB
Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo
Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo (Dok. Tangkapan Layar)
Jakarta -

Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo memaparkan hasil kajian dari tokoh-tokoh yang sering disebut dalam survei lembaga survei bakal capres dan cawapres pada Pilpres 2024. Sejumlah nama seperti Anies Baswedan hingga Prabowo Subianto disebut ada dalam survei tersebut.

Ari mengatakan PARA Syndicate melakukan studi kualitatif terhadap hasil-hasil survei sejumlah lembaga survei selama periode 2021. PARA Syndicate melakukan klastering menjadi 3 bagian, yaitu kepala daerah, pimpinan partai, dan pejabat pemerintahan. Kemudian dilakukan kajian studi kualitatif deskriptif terhadap sejumlah hasil survei sehingga menampilkan nama-nama yang sering muncul di hasil survei sejumlah lembaga survei.

Pembagian klaster tersebut juga dikaji berdasarkan 3 faktor, yaitu faktor vision (V) atau visi ke depan, faktor moralitas (M) atau bagaimana teladan moral dan etika pejabat publik di publik, dan faktor usia (U) bukan hanya terkait tua dan muda, tapi juga soal keterbukaan generasi.

Adapun pengertian tokoh pemimpin future man menurut PARA Syndicate tidak hanya yang memiliki 3 faktor itu. Sedangkan tokoh pemimpin yesterday man adalah orang yang selalu membanggakan masa lalu, misalnya mengatakan 'dulu zaman saya', 'dulu ketika saya', berkiblat pada masa lalu, romantisme, senioritas tapi tidak menyokong proses konsolidasi pemimpin nasional ke depan.

"Pemimpin yang future man menurut kami adalah bukan hanya punya 3 kriteria ini, punya visi yang jelas untuk Indonesia ke depan, punya moralitas yang bisa dijadikan teladan dan punya keterbukaan generasi bagaimana tantangan Indonesia," kata Ari.

Lalu siapa tokoh yang masuk yesterday man dan future man? Berikut ini hasil kajian PARA Syndicate berdasarkan 3 klaster bakal capres atau cawapres yang sering namanya diunggulkan di beberapa hasil survei oleh lembaga survei.

Klaster Kepala Daerah:
1. Ganjar Pranowo
2. Anies Baswedan
3. Ridwan Kamil
4. Khofifah Indarparawansa

"Siapa lagi kepala daerah yang potensial untuk maju menjadi bakal capres atau cawapres Pilpres? Saya melihat misalnya Wali Kota Bogor Bima Arya cukup potensial, tapi memang belum terbaca atau belum tertangkap hasil survei," kata Ari.

Klaster Pimpinan Partai
1. Prabowo Subianto
2. Puan Maharani
3. Airlangga Hartarto
4. Sandiaga Uno
5. Agus Harimurti Yudhoyono

Nama-nama Airlangga, Prabowo, Puan Maharani, Sandiaga Uno ini juga sering disebut dalam survei berada di klaster pejabat pemerintah. Sementara nama Ganjar Pranowo merupakan tokoh kepala daerah yang merupakan kader partai.

"Prabowo, Airlangga, Sandiaga Uno adalah menteri, Puan adalah ketua DPR sehingga tadi posisi ganda Pak Prabowo, Sandi, Pak Airlangga itu semakin menguatkan pragmatis logic kalau mereka mau ya mereka bisa, peduli amat hasil survei, 4 nama ini Pak Prabowo, Puan, Airlangga dan Sandiaga Uno bisa jadi capres bisa karena capres dicalonkan partai politik," katanya.

Klaster Pejabat Pemerintah
1. Sri Mulyani
2. Tito Karnavian
3. Budi Gunawan
4. Andika Perkasa
5. Erick Thohir

"Lalu klaster pejabat selain pejabat pemerintah yang potensial selain Sri Mulyani, misalnya Tri Rismaharini? Tetapi nama-nama yang saya sebutkan di sini adalah nama-nama yang muncul dalam hampir semua hasil survei yang dirilis oleh lembaga survei," kata Ari.

Klaster Tokoh Independen
1. Siapa?
2. Belum muncul
3. Makin banyak figur makin ideal kontestasi
4. Konvensi rakyat ?

"Yang kita prihatin adalah klaster tokoh independen, ini yang perlu kita bicarakan bersama mungkin siapa tidak ada tokoh independen yang coba muncul atau berani kontes ke publik, belum muncul atau memang tidak dimunculkan, ini pertanyaan logika demokrasinya kontestasi adalah makin banyak figur tentu akan makin ideal kontestasi," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif SULINDO-Surveylink Indonesia Wempy Hadir juga melakukan kajian terhadap nama-nama tokoh yang sering disebut dalam bursa capres cawapres beberapa lembaga survei. Wempy juga membaginya ke dalam 3 klaster, yaitu kepala daerah, pimpinan partai politik, dan kalangan profesional.

Lihat juga video 'Survei: Eks Pendukung Prabowo di Pilpres Banyak yang Ogah Divaksin':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman berikutnya.