Cara Belanda Batasi Imigran
Rabu, 22 Mar 2006 12:06 WIB
Den Haag - Seorang perempuan cantik bertelanjang dada sedang berjemur di pinggir pantai. Tampak pula dua pria sedang berciuman.Ini bukan adegan film yang bisa dijumpai di bioskop-bioskop. Tapi ini cuplikan dari film yang khusus dibuat oleh pemerintah Belanda untuk mereka yang ingin menetap di negeri Kincir Angin itu.Film berdurasi 2 jam itu diproduksi untuk membantu para potensial imigran, khususnya dari negara-negara Islam, mendapatkan gambaran jujur mengenai gaya hidup di Belanda.Film ini dituangkan dalam bentuk DVD yang termasuk dalam paket bahan studi untuk ujian masuk imigran yang mulai diberlakukan beberapa waktu lalu.Namun pihak-pihak yang menentang kebijakan imigrasi tersebut menuding film itu sebagai upaya pemerintah Belanda untuk membatalkan niat para imigran dari negara Islam menetap di Belanda.Tudingan ini dibantah pejabat-pejabat imigrasi dan politikus Belanda. Menurut mereka, film tersebut sebagai alat bantu yang akan memberikan gambaran jelas mengenai kondisi di Belanda."Film itu dimaksudkan bagi orang-orang yang belum berada di Belanda agar memperhatikan bahwa hal itu normal di sini, dan tidak terkejut begitu mereka tiba di sini," ujar Ayaan Hirsi Ali, seorang anggota parlemen Belanda kelahiran Somalia.Namun Abdou Menebhi, ketua Emcemo, sebuah kelompok kepentingan Maroko di Amsterdam mencetuskan, film itu sebagai contoh bagaimana pemerintah Belanda berusaha membatasi masuknya para imigran dari negara-negara Islam."Ini bukan pendidikan, ini provokasi," cetus Menebhi seperti dilansir harian Australia, The Age, Rabu (22/3/2006)."Aturan baru ini punya satu tujuan: menghentikan aliran imigran, khususnya para muslim dari negara-negara seperti Maroko dan Turki," imbuhnya.Pejabat-pejabat Belanda membantah film ini dimaksudkan untuk mengurangi masuknya imigran Islam. Namun ditegaskan, mereka ingin semua pelamar mempertimbangkan apakah mereka akan cocok atau tidak untuk masuk ke masyarakat Belanda.
(ita/)











































