Perjalanan di Merak-Bakauheni Akan Diperketat Seperti Saat Lebaran

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 07 Jul 2021 13:14 WIB
Jakarta -

Pemerintah memberlakukan pengetatan PPKM mikro di 43 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali. Pemerintah juga akan memperketat jalur penyeberangan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni seperti saat mudik Lebaran Idul Fitri kemarin.

"Sekaligus juga untuk menyekat perjalanan dari Jawa ke Sumatera, jadi dari Bakauheni akan diperketat perjalanan seperti pada waktu sebelumnya pada waktu Hari Raya Idul Fitri, kita sekat dari Sumatera dan Jawa," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube Perekonomian RI, Rabu (7/7/2021).

Ia mengatakan penyekatan tersebut dilakukan untuk membatasi mobilitas penduduk yang tinggal di Pulau Jawa agar tidak menyeberang ke Sumatera. Penyekatan ini diberlakukan pada 6-20 Juli. Selain itu, warga yang hendak melakukan perjalanan di Pelabuhan Merak atau Bakauheni juga akan dilakukan pengetesan.

"Sekarang ini disekat supaya Jawa tidak nyeberang ke Sumatera, tentu dengan pengetesan yang ketat di Merak, dan di Bakauheni juga perlu jaga agar mobilitas masyarakat ini kita batasi sampai 20 Juli nanti," ungkapnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga memberlakukan jam malam mulai pukul 17.00 WIB di 43 kabupaten/kota yang memberlakukan pengetatan PPKM mikro. Kepala daerah di 43 kabupaten/kota itu juga harus meningkatkan kapasitas RS dan menurunkan mobilitas masyarakat.

"Menurunkan mobilitas masyarakat diperketat sehingga malam tidak ada kegiatan masyarakat karena seluruhnya dihentikan kegiatan jam 5 sore, kegiatan-kegiatan di zona 4 tersebut tidak ada kegiatan-kegiatan kumpul kemasyarakatan, baik itu untuk hajatan, pembelajaran, maupun kegiatan peribadatan," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah melakukan pengetatan PPKM mikro pada 6-20 Juli 2021 di 43 kabupaten/kota. Hal itu karena kasus aktif Corona di luar Jawa dan Bali mengalami kenaikan.

"Pemerintah telah menegaskan tanggal 6 sampai 20 dilakukan pengetatan. Dalam pengetatan itu, dengan asesmen yang ketat, asesmen tingkat 4, telah ditetapkan 43 kabupaten/kota dilakukan pengetatan," kata Airlangga.

(yld/imk)