ADVERTISEMENT

Satpol PP DKI Sebut Equity Life Langgar Kapasitas, Ditutup Sampai 20 Juli

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 07 Jul 2021 08:49 WIB
Kasatpol PP DKI Arifin
Kasatpol PP DKI, Arifn (Dok BNPB Indonesia)
Jakarta -

Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin memastikan kantor Equity Life Indonesia melanggar ketentuan operasional kantor selama PPKM Darurat. Arifin mengatakan Pemprov DKI menutup sementara Equity Life Indonesia hingga 20 Juli mendatang.

"Ditutup sampai tanggal 20 selama PPKM Darurat," kata Arifin saat dihubungi, Rabu (7/6/2021).

Arifin menjelaskan pelanggaran yang dimaksud ialah melebihi kapasitas karyawan di dalam satu ruangan. Selain itu, Satpol PP mendapati protokol kesehatan (COVID-19) yang tidak dijalankan.

"Iya (melanggar kapasitas). Kita melihatnya seperti itu. Kemudian prokes-nya juga nggak dipedomani, jaga jaraknya nggak dilakukan," ujarnya.

"Apalagi seperti tadi ada orang hamil yang dipekerjakan. Ketentuannya orang hamil ya nggak boleh kerja dong. Mereka (harus) beri perlindungan. Karena rentan sekali ibu hamil, 'busui', termasuk janinnya terhadap keselamatan dari penyebaran COVID," sambung Arifin.

Equity Life sempat menyebut perusahaannya bergerak di sektor esensial. Arifin menegaskan perusahaan esensial tetap harus menjalankan aturan kapasitas maksimal 50 persen.

"Kemudian ada yang menentukannya di situ kalaupun diperbolehkan buka dibatasi jumlah pekerjanya WFH 50%. Jadi kalaupun boleh beraktivitas dibatasi kapasitas orangnya, jumlah batasan orang bekerja. Jangan Kemudian esensial terus 100 persen kerjanya, ya tetap melanggar," tegasnya.

Selain itu, Arifin mengatakan kantor White Ray yang berada satu lantai dengan Equity Life Indonesia turut disegel. Dia memastikan pengawasan operasional perusahaan terus dilanjutkan.

"Dua-duanya (disegel)," jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya pada Selasa (6/7) melakukan sidak ke dua perusahaan yang kedapatan beroperasi saat PPKM darurat. Pihak PT Equity Life Indonesia buka suara.

Untuk diketahui, PT Equity Life Indonesia merupakan salah satu kantor yang disidak Anies. Adapun kantor Ray White turut disidak eks Mendikbud itu.

Penjelasan Equity Life Indonesia

Pihak PT Equity Life Indonesia memastikan menjalankan aktivitas bisnis dan operasional dengan mematuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Termasuk pemberlakuan maksimum WFO 50 persen. Corporate Communication PT Equity Life Indonesia Yuliarti menjelaskan bahwa kantornya tidak disegel dalam sidak yang dilakukan Anies.

"Jadi kita itu ada 3 lantai, 20, 25, 43. Kita tuh menjalankan ketentuan PPKM sesuai regulasi kok. Makanya gini, karena di gedung kita juga sulit. Gedung kita kan 59 lantai, kalaupun kita overkuota nggak bisa, otomatis di-reject by system. Kan kita pakai tapping ke-detect dan pasti akan disurati langsung oleh building management-nya," papar Yuliarti, Selasa (6/7).

"Lantai 43 jadi ada Ray White sama Equity Life memang operasional. Itu bagian costumer service, operasional ada bagian... dan klaim. Tetapi kalau sesuai dengan ketentuan, kita memenuhi dan itu ada data. Saya ngomong berdasar data," sambung dia.

Yuliarti juga menjawab soal ibu hamil yang berada di kantor. Dia mengatakan karyawannya yang hamil itu bukan untuk bekerja, melainkan mengurus cuti menjelang melahirkan.

"Kita memang orang yang hamil ada, yang hari ini masuk 1 orang. Pas banget... tetapi dia sedang hamil 8 bulan dan sedangkan itu hanya mengurus kebutuhan dia untuk cuti. Dia itu bukan bekerja. Di kita ada ketentuan internal bahwa orang hamil itu tidak boleh masuk, itu ada dan bisa dicek saya ada berkas pendukungnya," kata Yuliarti.

Yuliarti mengatakan kantornya tidak disegel oleh kepolisian. Namun, dia mengatakan kantornya baru bisa beroperasi 20 Juli mendatang.

"Ray White non-esensial yang disegel polisi Ray White, bukan Equity Life Indonesia. Tetapi karena ditemukan hamil jadi kita ikut, bukan disegel, di lantai 43 tadi itu kita mesti, ya nggak tahu mungkin kayak diberikan keterangan oleh pemda juga baru bisa dipakai tanggal 20. Tapi tidak disegel ya, kalau Ray White disegel kepolisian. Jadi narasinya itu ada 2 kantor di lantai 43 itu," jelas dia.

"Memang di narasi bombastis itu orang hamil dipaksa, tidak ada itu. Tidak ada sama sekali karena kita ada imbauan internal orang hamil itu 100 persen WFH. Cuma orang itu 8 bulan hamilnya sedang mengurus keperluan," lanjut dia.

Lihat Video: Marahnya Anies Saat Sidak Kantor Non-esensial Masih WFO

[Gambas:Video 20detik]



(zap/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT