Equity Life Bantah Anies soal Ibu Hamil Ngantor: Itu Urus Cuti

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 21:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Dok. akun Instagram @aniesbaswedan)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapati ibu hamil berada di kantor Equity Life Indonesia saat PPKM darurat. Pihak Equity Life Indonesia menyebut ibu hamil itu sedang urus cuti.

"Pas itu ada yang hamil memang betul. Tapi tidak dalam konteks dipaksa, itu narasi yang salah. Dia sedang urus cuti. Dia hamil 8 bulan. Memang ada ketentuan internal bahwa orang hamil harus 100% WFH," ujar Corporate Communication PT Equity Life Indonesia, Yuliarti, kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Saat Anies menyidak kantornya, Yuliarti mengatakan tidak ada penyegelan. Kantor yang disegel, kata dia merupakan kantor Ray White yang kebetulan satu lantai.

"Ray white non-esensial yang disegel polisi Ray White, bukan Equity Life Indonesia. Tetapi karena ditemukan hamil jadi kita ikut, bukan disegel, di lantai 43 tadi itu kita mesti, ya nggak tahu mungkin kayak diberikan keterangan oleh Pemda juga baru bisa dipakai tanggal 20. Tapi tidak disegel ya, kalau Ray White disegel kepolisian. Jadi narasinya itu ada 2 kantor di lantai 43 itu," jelas dia.

Equity Life Indonesia juga mengatakan bahwa perusahaannya bergerak di bidang esensial sesuai aturan pemerintah.

"Dalam masa pandemi ini PT Equity Life Indonesia tetap memiliki semangat dan komitmen yang kuat untuk selalu melayani dan melindungi nasabah kami melalui penyediaan layanan produk, klaim, baik asuransi maupun kesehatan," tulis keterangan resmi PT Equity Life Indonesia melalui akun Instagramnya.

"PT Equity Life Indonesia beserta kantor-kantor pemasarannya merupakan perusahaan asuransi jiwa yang termasuk dalam sektor usaha esensial berdasarkan ketentuan instruksi Mendagri No 15 Tahun 2021 perihal PPKM darurat Jawa dan Bali dan Kepgub Jakarta 875 Tahun 2021," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Anies usai menyidak kantor tersebut menerangkan ada ibu hamil yang tetap bekerja. Anies pun menegur pihak perusahaan tersebut.

"Ada ibu hamil tetap bekerja, saya sampai Tegur tadi Manager human resources-nya, seorang ibu yang menjadi manajer HRD, saya katakan harusnya seorang ibu lebih sensitif, lindungi perempuan, lindungi ibu hamil tidak seharusnya mereka berangkat bekerja seperti ini," kata Anies dalam video yang diunggah di instagramnya @aniesbaswedan.

"Kalau terpapar komplikasinya tinggi dan pelanggaran yang dilakukan bukan sekedar pelanggaran atas peraturan yang dibuat oleh pemerintah, tapi ini adalah pelanggaran atas tanggung kemanusiaan," lanjut Anies.

Anies mengatakan Pemprov DKI memakamkan 300 jenazah dengan prosedur Corona. Dia meminta tak ada perusahaan non-esensial yang melanggar aturan.

"Lantainya 43, isinya orang-orang terdidik dan beramai-ramai mereka melanggar aturan, beramai-ramai mereka mengambil langkah tidak bertanggung jawab. Saya sampaikan pada managernya tadi bahwa, bahwa buat aturan untuk melindungi pegawainya dan pemilik pemiliknya harus bertanggung jawab. Jangan pemiliknya berlindung di rumah, isolasi di rumah, sebuah langkah yang benar, tapi pekerjanya disuruh berangkat kerja," kata Anies.

Tonton video 'Marahnya Anies Saat Sidak Kantor Non-esensial Masih WFO':

[Gambas:Video 20detik]

(idn/haf)