Golkar DKI Minta Kantor Langgar Aturan PPKM Darurat Diproses Pidana

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 07 Jul 2021 07:15 WIB
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, DKI Basri Baco
Basri Baco (Dok. Istimewa)

Reaksi Marah Anies Dinilai Wajar

Anies diketahui marah saat melakukan sidak. PAN DKI menilai reaksi marah Anies wajar karena mendapati adanya pelanggaran.

"Wajar menurut saya jika Pak Gubernur bereaksi seperti itu, karena adanya pelanggaran dari kantor tersebut yang menyangkut keselamatan orang banyak," ujar anggota DPRD DKI Fraksi PAN Habib Muhammad Bin Salim Alatas.

Dia mengingatkan tujuan utama PPKM darurat adalah menekan laju penyebaran kasus Corona yang meningkat tajam beberapa waktu terakhir. Dia juga menilai sosialisasi aturan PPKM darurat telah dilakukan dengan masif.

"Pemprov DKI sudah menetapkan aturan PPKM darurat Jakarta dari tanggal 3-20 Juli 2020. Hal ini bertujuan untuk menekan peningkatan kasus positif COVID-19. Kesehatan menjadi hal utama dan penting untuk masyarakat, dan PPKM darurat ini untuk melindungi kesehatan masyarakat tersebut," kata Habib Muhammad.

"Sosialisasi mengenai aturan ini sudah dilaksanakan sebelum diberlakukan oleh Pemprov DKI supaya sektor perkantoran, restoran, transportasi, sektor pendidikan dan lainnya supaya bersiap menerapkannya," sambungnya.

Aksi Anies Sidak Kantor

Anies sebelumnya melakukan sidak ke sejumlah kantor di Jakarta. Sidak dilakukan karena ada laporan dugaan pelanggaran PPKM darurat di beberapa tempat.

Anies kemudian terlihat marah-marah karena mendapati kantor di luar sektor esensial dan kritikal tetap buka dan pegawainya bekerja dari kantor.

"Mana HRD-nya? Ini bukan soal pelanggaran aturan, nama Ibu siapa? Ibu Diana dan perusahaan Ibu tidak bertanggung jawab," ucap Anies kepada HRD kantor tersebut.

"Ini bukan soal untung-rugi. Ini soal nyawa. Kita ini mau nyelametin nyawa orang dan orang-orang seperti Ibu ini yang egois. Ini pekerja-pekerja ikut aja," lanjut Anies.

Dalam unggahan Anies itu disertakan keterangan lokasi 'Sahid Sudirman Center'. Anies meminta kegiatan operasional kantor langsung ditutup.

"Sekarang tutup kantornya dan langsung nanti akan diproses. Katakan pada semua pulang taati aturan. Mengerti?" ujar Anies.

Anies kemudian menyinggung kasus kematian di Jakarta. Anies mengingatkan seharusnya perusahaan mengambil tanggung jawab dalam menekan angka kasus Corona.

"Setiap hari kita nguburin orang, Pak. Bapak ambil tanggung jawab. Semua buntung, Pak, nggak ada yang untung. Jangan seperti begini. Apalagi ada ibu hamil masuk. Ibu hamil kalau kena COVID mau melahirkan paling susah. Pagi ini saya terima satu ibu hamil meninggal. Kenapa? Melahirkan, COVID," kata Anies.


(dwia/haf)