Update Corona Hari Ini: Pecah Rekor Lagi-Persiapan Skenario Terburuk

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 19:05 WIB
Jakarta -

Update Corona hari ini menunjukkan penambahan kasus baru memecahkan rekor untuk kelima kalinya pada Juli 2021. Lonjakan kasus yang terus meningkat membuat pemerintah menyiapkan skenario terburuk jika lonjakan mencapai 40-50 ribu kasus.

Diketahui, varian Delta kini turut mempengaruhi lonjakan kasus COVID-19. Bahkan, di DKI Jakarta, varian asal India itu disebut sudah mencapai 90% dari total kasus.

Menkes Budi Gunadi Sadikin pun mewanti-wanti 7 provinsi di luar Jawa dan Bali terkait penyebaran varian baru tersebut. Pihaknya meminta dilakukan genome sequencing untuk mengamati pola penyebaran varian Delta.

Update Corona Hari Ini: 5 Rekor Kasus-4 Rekor Kematian

Data Satgas COVID-19 per Selasa (6/7/2021) kembali memecahkan rekor baru pada Juli 2021. Terjadi 5 rekor kasus COVID-19 dan 4 rekor kematian COVID-19 di bulan ini dalam waktu kurang dari satu minggu.

Rekor Kasus Baru Corona di RI bulan Juli:

1 Juli 2021: 24.836 kasus
2 Juli 2021: 25.830 kasus
3 Juli 2021: 27.913 kasus
5 Juli 2021: 29.745 kasus
6 Juli 2021: 31.189 kasus

Rekor Kematian Corona di RI bulan Juli:

1 Juli 2021: 504 orang
4 Juli 2021: 555 orang
5 Juli 2021: 558 orang
6 Juli 2021: 728 orang

Update Corona Hari Ini: Sistem Zonasi Akan Diubah

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin akan mengubah sistem zonasi COVID-19 dimana sebelumnya salah satu indikator penentuan didasarkan pada jumlah kasus konfirmasi COVID. Standar tersebut pun sudah terlampau dari yang ditetapkan WHO, yakni 1/1.000 per minggu untuk positivity rate di bawah 5 persen.

"Itu yang kita kejar. Sehingga untuk daerah-daerah yang positivity rate-nya di atas 25 persen, kita minta 15 kalinya WHO. Kalau (positivity rate) 15 sampai 25 (persen), 10 kali WHO kalau bisa, terus kita kejar. Kalau (positivity rate) 5-15 (persen), 5 kali WHO, artinya 5 per seribu per minggu," ujar Menkes.

Disebutkan testing dan tracing Corona memang masih lemah dan akan diperbaiki. Oleh karenanya, positivity rate akan dijadikan penilaian zonasi COVID.

"Saya mohon bantuan Bapak-Ibu sekalian karena testing ini dipakai penilaian suatu daerah jadi seakan-akan semua daerah berebutan agar nilainya kelihatan baik dengan cara tidak membuka semua testing yang ada di sana atau tidak melakukan testing sebesar yang seharusnya," kata Menkes.

"Oleh karena itu, kita akan mengubah, kita tidak akan melihat lagi dari merah kuning-hijaunya berdasarkan jumlah kasus konfirmasi, tapi berbasiskan positivity rate. Kalau testing-nya sudah 1 kali WHO tapi positivity rate-nya masih tinggi, artinya testing-nya kurang banyak. Masih banyak orang yang memang tertular yang kita tidak bisa identifikasi dan dia berkeliaran ke mana-mana berbahaya buat teman-teman kita yang lain," imbuh dia.

Update Corona Hari Ini: Skenario terburuk Disiapkan

Skenario terburuk akibat lonjakan kasus Corona di Indonesia pun sudah disiapkan pemerintah. Ini akan diterapkan jika kasus harian lebih dari 40 ribu.

"Sekarang kami sudah buat skenario gimana kalau kasus ini 40 ribu. Jadi kita sudah hitung worst-case scenario, lebih dari 40 ribu. Bagaimana tadi suplai oksigen, bagaimana suplai obat, bagaimana suplai rumah sakit, semua sudah kami hitung," kata koordinator PPKM darurat, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dalam jumpa pers virtual, Senin (6/7/2021).

Luhut menyatakan Menkes Budi sudah menyiapkan ruang ICU darurat di Asrama Haji Pondok Gede yang bisa difungsikan dalam 2 hari dengan kapasitas mencapai sekitar 800 pasien. TNI-Polri juga disebut sudah menyiapkan sejumlah rumah sakit darurat di Jakarta ataupun nanti di Surabaya. Bahkan, jika kasus kian memburuk, pemerintah siap meminta bantuan pihak lain.

"Tapi kalau kasus ini lebih nanti daripada 40 ribu, 50 ribu, kita tentu akan membuat skenario siapa yang akan kita nanti minta tolong dan sudah mulai kita kerucut itu semua. Oksigen sampai hari ini kami hitung sudah dibuat skenario oleh tim itu bisa sampai 5 ribu, mungkin malah paling jelek kita sudah bikin sampai 60-70 ribu kasus per hari. Tapi kita tidak berharap itu terjadi karena teman-teman polisi, TNI, saya kira sudah melakukan penyekatan yang cukup baik," ujar Luhut.

(izt/dhn)