3 Cara Rasulullah Hadapi Wabah Mematikan pada Zamannya

Kristina - detikNews
Rabu, 07 Jul 2021 06:15 WIB
Ilustrasi Nabi Muhammad
Foto: Getty Images/iStockphoto/Zeynurbaba
Jakarta -

Salah satu wabah yang menyerang pada zaman Rasulullah adalah penyakit tha'un. Penyakit ini menular dengan cepat dan membahayakan nyawa seseorang.

Dalam Syarah Riyadhush Shalihin Jilid V, dijelaskan bahwa penyakit tha'un adalah penyakit menular. Tidak setiap wabah merupakan tha'un, tapi tha'un biasanya sudah pasti wabah. Penyakit-penyakit tha'un mengakibatkan pembengkakan, borok, dan nanah.

Kata tha'un digunakan untuk mengungkapkan tiga hal. Pertama, tanda-tanda yang tampak seperti yang dikatakan para dokter. Kedua, kematian yang terjadi akibat tha'un, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda: "Tha'un adalah kematian syahid bagi setiap Muslim."

Ketiga, tha'un juga digunakan untuk mengungkapkan faktor penyebab penyakit ini. Dalam hadits shahih disebutkan: "Tha'un adalah sisa hukuman yang diturunkan kepada Bani Israil." Disebutkan pula dalam hadits lain bahwa, "Sesungguhnya tha'un adalah sengatan jin." Ada juga hadits yang mengatakan tha'un adalah doa seorang Nabi.

Disebutkan dalam Ensiklopedi Shalat Jilid 2 oleh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, ada yang menerangkan bahwa tha'un (ath-tha'un) sebagai kematian massal. Ada juga yang mengatakan sebagai penyakit menular yang merusak udara dan anggota tubuh. Tha'un menjangkiti banyak orang di suatu tempat tertentu.

Untuk menekan persebaran penyakit tha'un, ada banyak cara yang dilakukan Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadits riwayat.

Berikut 3 cara Rasulullah SAW dalam menghadapi wabah mematikan pada zamannya:

1. Berdiam Diri di Rumah

Dalam sebuah hadits yang berasal dari Aisyah ra. salah satu cara yang dilakukan ketika wabah melanda adalah dengan menahan diri di rumah dengan sabar seraya mengharap ridho-Nya.

نْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ ؟ فَأَخْبَرَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ

Artinya: "Dari Siti Aisyah ra, ia berkata, 'Ia bertanya kepada Rasulullah SAW perihal tha'un, lalu Rasulullah SAW memberitahukanku, 'Zaman dulu tha'un adalah azab yang dikirimkan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Tiada seseorang yang sedang tertimpa tha'un, kemudian menahan diri di rumahnya dengan bersabar serta mengharapkan ridha ilahi seraya menyadari bahwa tha'un tidak akan mengenainya selain karena telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid," (HR. Ahmad).