Polisi Tangkap 2 Preman Anggota Ormas di Bali Kerap Palak Pedagang Pasar

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 15:44 WIB
2 Orang preman berinisial AAMW alias W (49) dan IDGS alias M (36) yang merupakan anggota organisasi masyarakat (ormas) besar di Bali (Sui/detikcom).
Dua preman berinisial AAMW alias W (49) dan IDGS alias M (36) yang merupakan anggota organisasi masyarakat (ormas) besar di Bali. (Sui/detikcom)
Denpasar -

Polisi menangkap dua preman berinisial AAMW alias W (49) dan IDGS alias M (36) yang merupakan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) besar di Bali. Dua preman tersebut ditangkap lantaran kerap memalak pedagang di Pasar Satria, Denpasar.

"Pada tanggal 2 Juli 2021, pukul 16.00 Wita, di Jalan Veteran areal Pasar Satria menangkap dua orang pelaku pemerasan yang kita masukkan dalam kegiatan operasi premanisme yang dibantu oleh Satgas Polda. Dua orang ini merupakan salah satu anggota ormas yang ada di Bali," kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat di Polda Bali, Selasa (6/7/2021).

Mikael menuturkan, berdasarkan informasi, ada tindakan pemerasan dan pungli yang dialami para pedagang di Pasar Satria. Dari informasi tersebut, anggota Resmob melakukan penyelidikan dan mencari informasi di tempat kejadian perkara (TKP).

Pada Jumat (2/7), anggota melakukan pengintaian. Saat pelaku mendatangi pedagang dan mengambil uang pungutan, tim Resmob Polresta Denpasar bersama Unit Tipikor dan Resmob Polda Bali menangkap pelaku M. Polisi berhasil menyita barang bukti berupa uang Rp 5 juta.

Dari hasil interogasi, M mengakui uang pungutan tersebut diserahkan ke pelaku W. Anggota kemudian mendatangi rumah W di Jalan Surapati, Denpasar, dan berhasil melalukan penangkapan.

Saat itu juga dilakukan penggeledahan di rumah pelaku. Dari hasil penggeledahan tersebut polisi mengetahui bahwa pelaku sebagai salah satu korlap ormas besar di Bali.

"Pelaku dengan inisial W dan inisial M. M memungut uang dari pedagang-pedagang yang ada di Pasar Satria. Setelah dipungut uangnya (dan) lengkap, kemudian diserahkan kepada W," jelasnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Bali Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan menindak tegas kepada pelaku premanisme.

"Kami tidak akan segan-segan. Kalau itu mengganggu keamanan masyarakat, mengganggu keamanan negara, kemudian membahayakan lingkungan dan masyarakat, kami tidak akan segan-segan mengenakan tindakan tegas terukur," jelasnya.

"Ini merupakan peringatan kami yang terakhir kepada para premanisme, kami tidak akan segan-segan. Silakan kalau mau mencoba-coba," imbuh Djuhandhani.

(nvl/nvl)