2 Objek Wisata di Pantai Tanjung Bira Sulsel Ditutup Imbas Kerumunan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 13:11 WIB
Objek wisata Broadwalk dan Jembatan Kaca Titik Nol di kawasan Pantai Tanjung Bira yang ditutup imbas kerumunan. (dok. Istimewa)
Objek wisata Broadwalk dan Jembatan Kaca Titik Nol di kawasan Pantai Tanjung Bira yang ditutup imbas kerumunan. (dok. Istimewa)
Bulukumba -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), menutup dua objek wisata di kawasan Pantai Tanjung Bira karena adanya kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan oleh pengunjung pada akhir pekan lalu. Dua objek wisata yang ditutup itu ialah Broadwalk dan Jembatan Kaca Titik Nol.

"Dua spot wisata ini untuk sementara kita tutup dan evaluasi," ujar Kadis Pariwisata Bulukumba Ali Saleng dalam keterangannya yang diterima, Selasa (6/7/2021).

Objek wisata Broadwalk dan Jembatan Kaca Titik Nol di kawasan Pantai Tanjung Bira yang ditutup imbas kerumunan. (dok. Istimewa)Objek wisata Broadwalk dan Jembatan Kaca Titik Nol di kawasan Pantai Tanjung Bira yang ditutup imbas kerumunan. (dok. Istimewa)

Penutupan kedua objek wisata tersebut mulai diberlakukan pada Senin (5/7) setelah akhir pekan sebelumnya terjadi kerumunan di kedua objek wisata itu. Tercatat ada sekitar 3.000 pengunjung yang masuk ke kawasan Pantai Tanjung Bira pada akhir pekan lalu.

"Pertimbangan penutupan dua spot itu karena lokasinya kerap terjadi kerumunan karena areanya terbatas jika pengunjung padat. Berbeda di pantai pasir putih, lebih luas, dan lapang," katanya.

Sementara itu, Kasubag Publikasi Humas Pemda Bulukumba Andi Ayatullah Ahmad mengatakan penutupan tersebut juga karena adanya lonjakan kasus COVID-19 di Bulukumba. Lonjakan pertama terjadi pada Minggu (4/7) dengan 62 terkonfirmasi positif disusul 10 kasus baru pada keesokan harinya.

"Jadi jumlah totalnya COVID di Bulukumba itu sudah ada 107 kasus aktif," katanya saat dihubungi terpisah.

Andi juga menyebut Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bulukumba saat ini tengah mengkaji pembatasan kegiatan masyarakat hanya sampai pukul 20.00 Wita. Namun hal tersebut masih dalam wacana, yang sewaktu-waktu segera diberlakukan apabila lonjakan angka COVID-19 terus terjadi.

"Ada pula wacana malah kita menutup total objek wisata, ada juga peniadaan salat Idul Adha di masjid maupun di lapangan," beber Andi.

"Tapi itu kan semua masih dikaji internal Forkopimda karena kita belum mengeluarkan edaran, tapi wacananya seperti itu," katanya lagi.

(hmw/nvl)