Luhut Akui Stok Oksigen Medis Sempat Tak Cukup

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 11:24 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: KEMENKO MARVES)
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan, mengakui stok oksigen medis di Indonesia sempat tidak mencukupi. Namun, dia memastikan saat ini pemerintah telah menambah stok oksigen medis.

"Suplai oksigen tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis saat itu. Betul. Tapi setelah dua hari, tiga hari terakhir ini kami mobilisasi dari mana-mana," kata Luhut dalam konferensi pers, Selasa (6/7/2021).

Luhut mengungkapkan pemerintah telah menambah stok oksigen medis dari sejumlah daerah. Selain itu, pemerintah telah memerintahkan industri oksigen medis beralih untuk menyuplai penanganan COVID-19 di Indonesia.

"Ada ambil dari Morowali dan sudah sampai kemarin di Jakarta dan hari ini sudah didistribusi. Saya kira Anda bisa lihat di Tanjung Priok sekarang dan kemudian kita buka oksigen yang ada di Cilegon, dan kemudian oksigen yang ada di Batam. Dan kemudian sekarang kita arahkan 100% oksigen yang dari industri untuk membantu dulu kesehatan," tuturnya.

Luhut melanjutkan nantinya stok oksigen medis ini akan diprioritaskan untuk pasien COVID-19 yang dirawat intensif.

"Karena kita melihat untuk 2 minggu ke depan, sementara itu kita arahkan supaya oksigen ini murni menolong orang yang diisolasi dan rawat intensif," ujar Luhut.

Sementara itu, pasien COVID-19 yang bergejala ringan akan dialihkan dengan menggunakan oksigen konsentrator. Luhut mengatakan saat ini pemerintah telah mengimpor oksigen konsentrator dari Singapura.

"Sedangkan yang ringan kita akan gunakan apa yang disebut oksigen konsentrator. Oksigen konsentrator ini mengambil dari udara biasa, diproses, dan bisa dihirup. Itu sekarang kita sudah kita pesan 10.000 dan sebagian sudah datang pakai pesawat Hercules dari Singapura dan kita juga ambil dari tempat lain bila kita rasakan masih ada kekurangan," pungkas Luhut.

Lihat Video: Luhut Akui Sudah Hubungi Singapura-China untuk Bantu RI Atasi Covid-19

[Gambas:Video 20detik]



(mae/fjp)