Round-Up

Strategi Oksigen Industri untuk Medis Sebab Corona Bikin Krisis

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 06:33 WIB
Perusahaan penyedia oksigen, PT Samator Gas Industri Surakarta, kewalahan menghadapi tingginya permintaan oksigen.
Foto ilustrasi: Tabung-tabung oksigen. (Andika Tarmy)
Jakarta -

Banyak orang yang terjangkit COVID-19 sangat membutuhkan oksigen untuk menghindarkan diri dari kematian. Sayangnya ketersediaan oksigen semakin sulit didapat. Krisis oksigen terjadi. Koordinator PPKM Darurat Luhut Pandjaitan membuat kebijakan untuk mengatasi masalah ini.

Sebelumnya, pada Kamis (1/7) pekan lalu, Luhut yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu memerintahkan pasokan oksigen dialokasikan lebih banyak untuk kebutuhan kesehatan. Sisanya, sedikit saja, boleh untuk kebutuhan industri.

"Terkait ketersediaan oksigen kami meminta kemenperin, semua produsen oksigen berikan 90% produksinya untuk kebutuhan medis. Termasuk suplai obat-obatan," ujar Luhut. saat jumpa pers mengenai PPKM Darurat, Kais (1/7) pekan lalu.

Masalah ketersediaan oksigen yang bikin megap-megap belum teratasi. Luhut kemudian menaikkan alokasi oksigen untuk medis dari yang semula 90% kini 100 %.

"Sekarang kita butuh data yang detail. Kita bikin konversi oksigen industri semua full ke oksigen farmasi. Kekurangan kita ini bisa nanti terpenuhi, jika oksigen industri itu semua kita fokus ke oksigen farmasi," tegas Luhut dalam keterangannya, Senin (5/7) kemarin.

Luhut kunjungi Apple Academy di BSDLuhut Pandjaitan (Dok. Kemenko Marves)

Kemenperin menyatakan para produsen gas oksigen sudah 100% diwajibkan untuk menggeser produksi oksigennya ke oksigen medis.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyatakan hal serupa. Oksigen yang biasanya dipakai untuk kebutuhan industri kini dialihkan dulu untuk menyelamatkan nyawa manusia.

"Tadi itu termasuk bahan yang dibahas Pak Menko, untuk penambahan pasokan dari oksigen yang biasa dipakai untuk industri, sekarang 100 persen untuk medis," kata Anies Baswedan kepada wartawan, Senin (5/7) kemarin.

Selanjutnya, kalau kurang maka impor:

Tonton Video: Mendag Sebut Impor Oksigen Tak Akan Ada Hambatan

[Gambas:Video 20detik]