Cetak Petani Milenial, Mentan Beri Mesin Tani Senilai Rp 10,1 M ke Unhas

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 16:55 WIB
Syahrul Yasin Limpo
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan berupa alat mesin dan sarana pertanian senilai Rp 10,1 miliar kepada Universitas Hasanuddin (Unhas). Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung mahasiswa menjadi petani milenial.

"Ini sekaligus bermanfaat mendukung program Kampus Merdeka Belajar. Terimalah apa adanya Bu Rektor, tidak ada timbal balik dari ini semua, murni bantuan dari negara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/7/2021).

Hal ini diungkapkannya pada saat acara penyerahan di Lt. 1 Gedung Rektorat, Unhas, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Syahrul meminta kepada pihak Unhas untuk mempergunakan bantuan ini sebaik-baiknya sehingga kerja sama Kementerian Pertanian dengan perguruan tinggi benar-benar memberikan manfaat menjadikan pertanian ke depan semakin maju. Apalagi, kata dia, di era pandemi COVID-19, hanya sektor pertanian yang bisa berakselerasi untuk menjamin makan penduduk Indonesia 273 juta jiwa.

"Oleh karena itu, bertani itu bukan hanya untuk orang yang belajar di pertanian, peternakan dan perkebunan, tapi sekarang semua orang bisa bertani. Karena itu, tindak lanjut dari penyerahan bantuan ini adalah MoU untuk menyiapkan regenerasi petani melalui petani milenial bagi mahasiwanya yang berakhir masa studinya. Kita jadikan semuanya petani milenial," terangnya.

"Bu Rektor, ini adalah program besar. Seluruh perguruan tinggi di akhir periode yang mendaftar sebanyak 270, setelah itu segera dilatih dan diberikan sertifikat dari perguruan tinggi dan Kementan. Sesudah itu, diarahkan untuk melakukan aktivitas pertanian yang sama-sama dijamin antara Kementan dengan perguruan tinggi," jelasnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan konsep mencetak petani milenial ini sama dengan konsep merdeka belajar. Sebab mahasiswa yang dilatih langsung praktek.

"Untuk membantu ini, sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi kami telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 70 triliun yang dapat diakses melalui KUR, kerja sama dengan perbankan," bebernya.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu menyatakan kesiapannya untuk memfungsikan bantuan yang diberikan.

"Kami siap memfungsikan bantuan ini, dan untuk program akselerasi kami tentunya siap melaksanakan, dan kami juga turut bangga karena kementerian pertanian dipimpin oleh alumni terbaik kami," pungkasnya.

Sebagai informasi, bantuan alsin dan program yang diserahkan Kementerian Pertanian kepada Universitas Hasanuddin itu meliputi Power Thresher Multiguna sebanyak 2 unit, Corn Sheller Mobile 2 unit, Implementasi dan pendampingan teknologi produksi kedelai di Indonesia Timur 1 paket, integrated farming menuju zero waste 1 paket, pembangunan nursery kopi 1 ha, unit Pengolahan Prosesing Daging 1 unit, Sapi Perah dan Kambing Saanen 20 ekor.

Kemudian juga berupa bantuan Kambing Saanen sebanyak 20 ekor, Kambing PE 5 ekor, traktor roda 4 sebanyak 1 unit, traktor Roda 2 sebanyak 2 unit, transplanter 2 unit, ScreenHouse 1 unit, Screen House Hidroponik 1 unit dan kerja sama Kemitraan Riset Pertanian 1 paket.

(mul/mpr)