Din: Soal Freeport, Jangan Saling Tuding

Din: Soal Freeport, Jangan Saling Tuding

- detikNews
Rabu, 22 Mar 2006 00:02 WIB
Jakarta - Pernyataan Kepala BIN Syamsir Siregar bahwa kerusuhan di Papua disebabkan provokasi elit politik dan sejumlah LSM dinilai sangat tendensisus. Semua pihak diminta untuk menahan diri dan tidak saling menuduh agar persoalan PT Freeport tidak semakin meruncing."Saya tidak bermaksud membela Pak Amien Rais, apalagi jika tuduhan itu tidak disertai bukti-bukti yang kuat. Itu bisa menjadi fitnah, dan inilah yang bisa memperuncing masalah bangsa ini," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin usai acara ulang tahun dan silaturrahmi alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Hotel Sofyan, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2006).Din berpesan kepada semua pihak terutama pemerintah agar dalam menghadapi persoalan Freeport ini tidak mengeluarkan tuduhan-tuduhan tanpa disertai bukti. Menurutnya, kalau ada kritik baik dari tokoh politik, tokoh agama dan tokoh masyarakat tentang berbagai persolan jangan langsung dianggap sebagai sebuah upaya untuk merongrong pemerintahan apalagi sebagai perbuatan makar."Ini justru memperuncing keadaan. (Kritik) jangan dinilai sebagai sikap anti terhadap pemerintah," tegasnya.Dalam kondisi seperti sekarang, seharusnya pemerintah menggalang seluruh potensi bangsa dan tidak perlu alergi atau apriori terhadap kritik. Yang paling penting adalah memelihara dan menjaga kemandirian sebagai bangsa yang berdaulat."Jangan bangsa besar dengan segala sumber daya alam yang kita miliki ini dengan mudah kita gadaikan kepada pihak manapun," cetus Din.Solusinya menurut dia adalah pemerintah harus meninjau ulang berbagai kontrak yang telah dibuat sebelumnya. Perlu ada transparansi mengenai konsesi yang diterima. Ini yang paling penting untuk diketahui masyarakat. "Apa yang kita saksikan selama ini kerjasama yang ada tidak banyak memberikan keuntungan bagi bangsa. Lebih banyak sumber daya kita yang terkuras habis," tandas Din. (bal/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads