Anies: Kalau Semua Keluar Rumah, Kondisi Ini Bisa sampai 8 Minggu

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 04 Jul 2021 18:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji,  Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Foto: Annisa/detikcom)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Annisa/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga tetap di rumah selama PPKM darurat. Jika warga terus-terusan keluar dari rumah, lonjakan Corona tak kunjung berakhir dan segala pembatasan bisa lama berlangsung.

Hal itu disampaikan Anies kala meninjau pos penyekatan jalan di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Minggu (4/7/2021). Anies mengatakan cepat atau lamanya kondisi ini berlangsung bergantung pada warga sendiri.

"Saya harap kita semua menyadari ini masa yang sulit yang sedang kita hadapi. Dua minggu bisa empat minggu ke depan ada satu hal penting. Kita ingin cepat selesai atau lama selesai?" kata Anies.

Seperti diketahui, PPKM darurat saat ini berlangsung pada 3-20 Juli 2021. Namun Anies tak menutup kemungkinan kondisi ini bisa diperpanjang.

"Kalau ingin cepat selesai, semua bertahan di rumah. Kalau mau lama selesainya, kita semua bergerak keluar, pasti akan lama selesainya. Ini bisa 2 minggu, bisa 4 minggu, bisa 6 minggu, bisa 8 minggu, sangat bergantung pada kecepatan kita. Di negara lain ada yang sampai siklusnya 9 minggu baru kembali pada situasi normal," paparnya.

Dia juga meminta masyarakat mau bekerja sama untuk memilih berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah. Biarlah kali ini hanya mereka yang termasuk pekerja sektor esensial dan kritikal yang berkegiatan di luar rumah.

Diketahui, angka kematian akibat COVID-19 di DKI Jakarta terus meningkat. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hal ini merupakan tanda bahaya.

Anies mulanya menyampaikan bahwa pada Sabtu (3/7) kemarin, jumlah pemakaman dengan protokol COVID-19 memecahkan rekor sebelumnya. Ada 392 orang yang dimakamkan dengan protokol COVID-19.

"Hari kemarin angka pelayanan pemakaman protokol COVID mencapai rekornya, 392 pemakaman dilakukan," ujar Anies,

Menurut Anies, hal itu menunjukkan kasus kematian di DKI Jakarta meningkat tajam. Anies pun menekankan peningkatan yang terus menerus ini merupakan tanda bahaya.

"Tapi menambah liang kubur, menambah jumlah orang yang dimakamkan ini adalah sebuah tanda bahaya bagi semuanya. Bahwa jumlah kematian di Jakarta sudah meningkat amat tinggi," ucap Anies.

Anies mengatakan ini belum menjadi puncak lonjakan Corona. Kasus Corona bisa saja masih terus bertambah.

"Apakah sudah di puncak? Belum, ini masih tambah terus. Dan mari kita sadar bersama-sama bahwa ini bukan sekadar penegakan hukum oleh petugas, tapi ini kesadaran kita semua, kesadaran saya, kesadaran Kapolda, Pangdam, dan seluruh rakyat," ujarnya.

Simak juga 'Anies hingga Kapolda Metro Tinjau Penyekatan di Lenteng Agung':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)