Round-Up

Doa dari Berbagai Kalangan Melepas Rachmawati Soekarnoputri

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Jul 2021 22:14 WIB
Putri Proklamator Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, meninggal dunia. Adik dari Megawati ini meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto.
Foto: Putri Proklamator Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, meninggal dunia (dok. detikcom)
Jakarta -

Putri dari Sang Proklamator Sukarno, Rachmawati Soekarnoputri menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat (Jakpus) hari ini. Adik dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri itu tutup usia saat sedang berjuang melawan virus COVID-19.

"Telah berpulang kepada Tuhan yang Mahakuasa, Ibu Hj Rachmawati Soekarnoputri. Tadi pagi pukul 06.20 WIB di RSPAD Gatot Soebroto," kata Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul, Sabtu (3/7/2021) pagi.

Wakil Kepala RSPAD Brigjen TNI dr A Budi Sulistya mengatakan Rachmawati masuk RSPAD dalam kondisi yang kurang baik. Saat itu, tim dokter memasang alat bantu oksigen bertekanan tinggi untuk memulihkan kesehatannya.

"Awalnya sudah menggunakan oksigen tekanan tinggi. Tentu tindakan medis disesuaikan dengan kondisinya," ucap Budi saat dihubungi detikcom.

Pihak keluarga lalu memakamkan jenazah Rachmawati di TPU Karet Bivak. Keluarga mengungkapkan hal itu merupakan wasiat Rachmawati. Dia ingin dikebumikan di samping makam sang ibu, Fatmawati.

"(Dimakamkan di samping Fatmawati-red) itu pesan dari almarhumah, wasiat," kata perwakilan keluarga, Nanda Persada, di RSPAD, Jakarta, siang tadi.

Pantauan detikcom di permakaman, rombongan mobil pengantar jenazah dari RSPAD Gatot Soebroto tiba di TPU Karet Bivak, Jakpus pada pukul 15.16 WIB. Mobil jenazah langsung bergerak ke dekat lokasi liang lahat.

Sejumlah pelayat sudah hadir sebelumnya di sekitar liang lahat. Empat petugas berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap mengeluarkan peti jenazah dari dalam mobil.

Peti jenazah ditutupi bendera Merah Putih. Peti kemudian diangkat ke liang lahat sekitar 20 meter dari pintu masuk permakaman di Unit Islam AA I.

Keluarga Rachmawati terlihat mengikuti prosesi pemakaman lewat tenda kecil yang dibatasi mika. Para pelayat juga hanya bisa menyaksikan pemakaman dari balik pembatas tersebut.

Prosesi pemakaman diakhiri dengan doa bersama dipimpin pihak TPU Karet Bivak. Seusai doa, pihak keluarga melakukan tabur bunga ke makam Rachmawati Soekarnoputri.

Baca ungkapan dukacita dari Megawati dan berbagai kalangan atas wafatnya Rachmawati di halaman selanjutnya.

Kepergian Rachmawati menyisakan duka di hati orang-orang yang mengenal dekat sosoknya. Mulai dari Megawati hingga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyampaikan rasa belasungkawa.


Megawati Kenang Masa Kecil Bersama Rachmawati

Megawati dan Rachmawati disebut punya banyak momen bersama, salah satunya saat belajar menari di Istana kala ayah mereka menjadi presiden pertama RI.

"Ibu Megawati Soekarnoputri sangat berduka. Ibu Rachmawati adalah adik beliau, yang tumbuh dan sama-sama besar di Istana Negara, belajar menari bersama," ucap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan.

Dia mengatakan Megawati dan Rachmawati juga sama-sama berjuang untuk meneladani pemikiran dan perjuangan Bung Karno. Hasto mengatakan Megawati mendoakan agar almarhumah Rachmawati diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"(Megawati dan Rachmawati) juga berjuang guna meneladani keseluruhan pemikiran dan perjuangan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia. Semoga husnul khotimah," ucap Hasto.

Dia mengatakan Megawati telah menghubungi putra tertua Rachmawati, yakni Rommy Soekarnoputro. Megawati dan PDIP, kata Hasto, memberikan penghormatan terbaik bagi Rachmawati Soekarnoputri.

"PDI Perjuangan mengucapkan dukacita yang mendalam. Kami mendoakan Ibu Rachmawati dan Partai memberikan penghormatan terbaik bagi almarhumah," ucapnya.

Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memasuki ruang pelantikan anggota DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (1/10/2019). Sebanyak 575 anggota DPR terpilih dan 136 orang anggota DPD terpilih diambil sumpahnya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pd.Foto: Kakak Rachmawati Soekarnoputri, Megawati Soekarnoputri (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pd)

Prabowo Kehilangan Sosok Sahabat

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan ketua umumnya, Prabowo Subianto sangat berduka atas meninggalnya Rachmawati. Sosok Rachmawati memang dekat dengan Prabowo. Rachmawati merupakan Dewan Pembina Partai Gerindra.

"Ya, Pak Prabowo sangat berduka dan mendoakan almarhumah husnul khotimah, beliau berdua sangat dekat," ungkap Habiburokhman.

Rachmawati dimakamkan dengan protokol COVID-19 sehingga tidak dapat dilayat. Termasuk oleh Prabowo.

"Protokol COVID-19, nggak bisa melayat," ujar Habiburokhman.

Ia mengajak semua pihak mendoakan almarhumah Rachmawati dari rumah mengingat situasi pandemi saat ini. "Lebih baik kita kirim doa dari rumah, situasi saat ini kita nggak tahu siapa bisa menularkan siapa," ungkapnya.

Rachmawati di Mata Jokowi: Tokoh Segala Bidang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa dukacitanya. Dia menyebut Rachmawati mencatat berbagai hal baik di banyak bidang kehidupan.

"Innalilahi wa inna ilaihi rajiun. Saya dan keluarga berduka cita atas berpulangnya Ibu Hj Rachmawati Soekarnoputri, hari ini di Jakarta dalam usia 70 tahun," kata Jokowi lewat akun Instagram resminya.

"Almarhumah adalah tokoh yang jejak hidupnya terentang di berbagai bidang, dari dunia pendidikan, sosial, hingga politik. Semoga almarhumah mendapatkan tempat nan lapang di sisi Allah SWT, dan segenap keluarga yang ditinggalkan kiranya diberi kekuatan dan kesabaran," tutur Jokowi.

Baca cerita kenangan SBY dengan Rachmawati di halaman berikutnya.

SBY Sebut Warisan Pikiran dan Idealisme Sukarno Ada Dalam Diri Rachmawati

Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut menyampaikan ucapan dukacita. SBY menceritakan kenangan semasa Rachmawati menjabat di pemerintahannya. SBY menilai Rachmawati sosok yang kritis dan mewarisi pikiran dan idealisme dari Presiden RI pertama Sukarno.

"Pertama kali saya mengenal Ibu Rachmawati (secara pribadi) pada akhir Mei 2001. Waktu itu beliau meminta saya (dalam kapasitas saya sebagai Menko Polkam) untuk menyampaikan 'keynote speech' pada acara haul Bung Karno yang keseratus tahun," kenang SBY.

Saat itu, SBY diminta Rachmawati untuk berbicara tentang Tri Sakti Bung Karno. SBY lalu menerima permintaan tersebut.

"Tentu dengan senang hati permintaan itu saya penuhi mengingat dahulu kala, ketika masih menjadi remaja, saya aktif dan senang mengikuti pikiran dan pidato-pidato Bung Karno. Di hadapan peserta acara haul yang cukup representatif, saya kemukakan pandangan saya tentang Tri Sakti Bung Karno tersebut. Tentu bukan kata-kata harfiahnya, tetapi bagaimana Tri Sakti tersebut diaktualisasikan menjawab tantangan kehidupan bangsa yang terus berkembang dari satu dekade ke dekade yang lain," ungkapnya.

Kenangan lainnya adalah ketika dia memberikan Rachmawati kepercayaan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. SBY mengatakan Rachmawati menjalankan tugas dan amanahnya dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab, dengan memberikan pandangan, masukan dan usulan ke SBY yang kala itu menjabat sebagai presiden.

"Tentu semuanya demi kepentingan dan kebaikan rakyat Indonesia. Jika materi yang disampaikan cukup sensitif dan kalau disampaikan di hadapan hadirin yang lain bisa menimbulkan kontroversi dan misinterpretasi, beliau sampaikan secara langsung kepada saya dengan didampingi staf beliau. Terhadap sejumlah isu nasional, tampak kalau Ibu Rachmawati memiliki kepedulian yang tinggi, serta tampak pula bahwa beliau ingin menjadi bagian dari solusi," ungkapnya.

Jenazah Rachmawati Soekarnoputri dimakamkan di TPU Karet Bivak, samping pusara sang Ibunda, FatmawatiFoto: Jenazah Rachmawati Soekarnoputri dimakamkan di TPU Karet Bivak, samping pusara sang Ibunda, Fatmawati (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)

SBY mengaku Rachmawati kerap berdiskusi empay mata dengannya terkait isu-isu yang kritikal, karena dinilai lebih efektif. Bukan hanya Rachmawati, kedua mantan Ketua Wantimpres di era kepresidenan SBY, yaitu Ali Alatas (alm) dan Emil Salim, yang terkenal kritis (termasuk kepada SBY), juga kerap memilih cara-cara pertemuan langsung tersebut.

"Selama mengemban tugas bersama di lembaga kepresidenan (lingkup besar) itulah saya mengenal sosok Ibu Rachmawati, termasuk karakter, pikiran, dan idealismenya yang sedikit-banyak mewarisi pikiran-pikiran besar ayahandanya, Sang Proklamator, pejuang bangsa dan Presiden Republik Indonesia pertama," kata SBY.

"Dalam kaitan ini, khususnya apa yang dilakukan oleh Ibu Rachmawati sebagai anggota Wantimpres, secara tulus saya mengucapkan terima kasih, rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya," imbuhnya.

Baca ungkapan dukacita atas meninggalnya Rachmawati dari berbagai kalangan di halaman selanjutnya.

Ucapan Duka Cita dari Berbagai Kalangan

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendoakan agar segala amal ibadah Rachmawati Soekarnoputri diterima Allah SWT. Ucapan itu disampaikan Yaqut di laman akun Twitter-nya.

"Telah berpulang ke Rahmatullah ibu Rachmawati Soekarnoputri. InsyaAllah Husnul Khotimah, catatan amal baiknya diterima oleh Allah SWT dan diberikan keikhlasan kepada keluarga dan sanak yang ditinggalkan. Lahal Fatihah," tulis Yaqut.

Anggota DPR RI Fadli Zon juga menyampaikan dukacita atas meninggalnya Rachmawati. Dia juga memajang foto kenangannya bersama Rachmawati Soekarnoputri.

"Innalillahi wainnailaihi raajiun. Selamat jalan Mbak Rachmawati Soekarnoputri, sungguh merasa kehilangan teman diskusi di meja makan hampir setiap bulan. Seorang yang teguh pendirian, berpihak pada rakyat dan terakhir selalu memikirkan Papua. Insya Allah husnul khotimah. Al Fatihah," tulis Fadli Zon.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga menyampaikan dukacita. Sama seperti Fadli Zon, Sandiaga memamerkan foto kebersamaannya dengan Rachmawati.

Rachmawati Soekarnoputri meninggal dunia pada pukul 6.15 WIB. Rachmawati meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit karena COVID-19. Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan duka cita.Foto: Kebersamaan Menparekraf Sandiaga Uno dan Rachmawati Soekarnoputri (Instagram/Sandiaga Uno)

"Terima kasih atas segala jasa yang engkau telah berikan untuk Bangsa ini. Kami tidak akan pernah lupa semangat juangmu yang tak pernah ada lelahnya," tulis Sandiaga.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga menyampaikan belasungkawa. Dia mendoakan agar amal ibadah Rachmawati diterima Allah SWT.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun .. Turut berduka cita .. Semoga ibu Rachmawati Soekarnoputri ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya dan diterima semua amal ibadahnya .. Aamiin YRA," tulis Susi.

Jubir Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, juga menyampaikan duka. Dia turut mengunggah foto Rachmawati di akun Twitter-nya.

"Innalillahi w r. Turut berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Rachmawati Sukarnoputri. Semoga semua amal ibadah dan perjuangannya untuk nusa dan bangsa Indonesia diterima Allah SWT. Aamiin YRA," tulis Fadjroel.



Simak Video "Ungkapan Dukacita atas Meninggalnya Rachmawati Soekarnoputri"
[Gambas:Video 20detik]
(aud/aud)