Round-Up

Doa dari Berbagai Kalangan Melepas Rachmawati Soekarnoputri

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Jul 2021 22:14 WIB
Putri Proklamator Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, meninggal dunia. Adik dari Megawati ini meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto.
Foto: Putri Proklamator Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, meninggal dunia (dok. detikcom)

SBY Sebut Warisan Pikiran dan Idealisme Sukarno Ada Dalam Diri Rachmawati

Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut menyampaikan ucapan dukacita. SBY menceritakan kenangan semasa Rachmawati menjabat di pemerintahannya. SBY menilai Rachmawati sosok yang kritis dan mewarisi pikiran dan idealisme dari Presiden RI pertama Sukarno.

"Pertama kali saya mengenal Ibu Rachmawati (secara pribadi) pada akhir Mei 2001. Waktu itu beliau meminta saya (dalam kapasitas saya sebagai Menko Polkam) untuk menyampaikan 'keynote speech' pada acara haul Bung Karno yang keseratus tahun," kenang SBY.

Saat itu, SBY diminta Rachmawati untuk berbicara tentang Tri Sakti Bung Karno. SBY lalu menerima permintaan tersebut.

"Tentu dengan senang hati permintaan itu saya penuhi mengingat dahulu kala, ketika masih menjadi remaja, saya aktif dan senang mengikuti pikiran dan pidato-pidato Bung Karno. Di hadapan peserta acara haul yang cukup representatif, saya kemukakan pandangan saya tentang Tri Sakti Bung Karno tersebut. Tentu bukan kata-kata harfiahnya, tetapi bagaimana Tri Sakti tersebut diaktualisasikan menjawab tantangan kehidupan bangsa yang terus berkembang dari satu dekade ke dekade yang lain," ungkapnya.

Kenangan lainnya adalah ketika dia memberikan Rachmawati kepercayaan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. SBY mengatakan Rachmawati menjalankan tugas dan amanahnya dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab, dengan memberikan pandangan, masukan dan usulan ke SBY yang kala itu menjabat sebagai presiden.

"Tentu semuanya demi kepentingan dan kebaikan rakyat Indonesia. Jika materi yang disampaikan cukup sensitif dan kalau disampaikan di hadapan hadirin yang lain bisa menimbulkan kontroversi dan misinterpretasi, beliau sampaikan secara langsung kepada saya dengan didampingi staf beliau. Terhadap sejumlah isu nasional, tampak kalau Ibu Rachmawati memiliki kepedulian yang tinggi, serta tampak pula bahwa beliau ingin menjadi bagian dari solusi," ungkapnya.

Jenazah Rachmawati Soekarnoputri dimakamkan di TPU Karet Bivak, samping pusara sang Ibunda, FatmawatiFoto: Jenazah Rachmawati Soekarnoputri dimakamkan di TPU Karet Bivak, samping pusara sang Ibunda, Fatmawati (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)

SBY mengaku Rachmawati kerap berdiskusi empay mata dengannya terkait isu-isu yang kritikal, karena dinilai lebih efektif. Bukan hanya Rachmawati, kedua mantan Ketua Wantimpres di era kepresidenan SBY, yaitu Ali Alatas (alm) dan Emil Salim, yang terkenal kritis (termasuk kepada SBY), juga kerap memilih cara-cara pertemuan langsung tersebut.

"Selama mengemban tugas bersama di lembaga kepresidenan (lingkup besar) itulah saya mengenal sosok Ibu Rachmawati, termasuk karakter, pikiran, dan idealismenya yang sedikit-banyak mewarisi pikiran-pikiran besar ayahandanya, Sang Proklamator, pejuang bangsa dan Presiden Republik Indonesia pertama," kata SBY.

"Dalam kaitan ini, khususnya apa yang dilakukan oleh Ibu Rachmawati sebagai anggota Wantimpres, secara tulus saya mengucapkan terima kasih, rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya," imbuhnya.

Baca ungkapan dukacita atas meninggalnya Rachmawati dari berbagai kalangan di halaman selanjutnya.



Simak Video "Ungkapan Dukacita atas Meninggalnya Rachmawati Soekarnoputri"
[Gambas:Video 20detik]