Pengendara Terobos Penyekatan di Margonda, Polisi: Banyak Belum Tahu PPKM

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 03 Jul 2021 21:19 WIB
Petugas kepolisian menyusun pembatas jalan saat akan melakukan penutupan jalan dalam rangka pembatasan mobilitas warga guna menekan penyebaran COVID-19 di kawasan Bulungan, Jakarta, Senin (21/6/2021). Pembatasan tersebut dilakukan mulai pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB di 10 titik di Kota Jakarta  diantaranya Jalan Cikini Raya, kawasan Jalan Sabang, kawasan BKT, kawasan Kemang, PIK 2, kawasan Kota Tua dan Bulungan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Ilustrasi Pembatasan Mobilitas (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Beredar video pengendara motor menerobos pembatasan yang diberlakukan di Margonda, Depok. Polisi mengatakan banyak warga yang masih bingung PPKM darurat hari pertama.

Dalam video beredar, Sabtu (3/7/2021), kejadian disebut terjadi di Jalan Margonda. Para pengendara motor dan mobil yang terus maju ke arah penyekatan.

Selain itu, para pengendara tampak terus membunyikan klakson di depan pembatasan. Beberapa warga juga tampak berdiri dan melihat kondisi tersebut.

Kasubag Humas Polres Metro Depok Kompol Supriyadi mengatakan hari ini merupakan hari pertama pembatasan di Depok. Menurutnya, masih banyak warga yang bingung dan bertanya terkait pembatasan.

"Ini kan hari pertama PPKM darurat di wilayah Depok, walaupun bersifat Jawa-Bali, masyarakat kan di hari pertama mereka pasti tidak semua tahu, pasti biasa terjadi apa, kenapa dan seterusnya," ujar Supriyadi saat dihubungi, Sabtu (3/7/2021).

"Biasa kalau hari pertama pasti masih banyak komplain banyak debat, tapi mudah-mudahan di berikutnya masyarakat juga sudah paham. Artinya, bukan komplain ya, tapi kayak ada apa sih, yang pertanyaan kok dilarang dan seterusnya. Intinya, mereka belum paham belum tahu, salah satu PPKM darurat kan memberikan pembatasan bagi masyarakat. Intinya, tidak perlu keluarlah kalau tidak perlu-perlu banget," tuturnya.

Meski begitu, Supriyadi mengatakan kondisi terpantau aman. Masyarakat juga disebut telah mengerti setelah diberikan imbauan.

"Kondisi ya aman saja, awalnya kan karena mereka masih kurang paham apa yang dimaksud dengan PPKM darurat itu. Tapi, setelah dikasih imbauan dan pemberitahuan, mereka paham," tuturnya.

Menurutnya, tidak banyak pengendara yang menerobos. Terdapat pengendara yang diizinkan lewat karena tinggal di wilayah Sukmajaya.

"Nggak juga (banyak yang terobos), mereka kan karena misalnya kayak di Margonda. Dia mau pulang ke Sukmajaya ya bukan nerobos, mau nggak mau mereka dikasih lewat kan daerah-daerah situ," tuturnya.

(dwia/idh)