Sekjen PMI: Hentikan Dulu Urusan Politik, Waktunya Selamatkan Jiwa Manusia

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 18:15 WIB
Sudirman Said saat hadiri Blak-blakan bersama detikcom.
Sekjen PMI Sudirman Said (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta -

Sekjen Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said meminta seluruh pihak menghentikan sementara perbincangan politik di tengah lonjakan angka virus Corona (COVID-19) yang sudah merenggut nyawa ribuan rakyat Indonesia. Sudirman meminta saat ini waktunya semua orang saling menyelamatkan.

"Saya setuju bahwa ini waktunya libur politik, tidak usah ngomong politik, ini waktunya ngomong soal menyelamatkan jiwa manusia," kata Sudirman dalam siaran langsung bertajuk 'Memprediksi Keampuhan PPKM Mikro Darurat' di kanal YouTube Survei KedaiKOPI, Jumat (2/7/2021).

Sudirman meminta seluruh pihak menghentikan kegaduhan politik seperti istilah 'king of lip service' yang akhir-akhir ini menjadi topik utama di masyarakat. Dia menuturkan saat ini adalah waktunya bahu-membahu dari seluruh pihak untuk mendukung kebijakan pemerintah menekan laju virus Corona.

"Jadi saya kira, bukan lip service nih, hentikan dulu urusan tekanan-tekanan politik karena keselamatan jiwa manusia itu tidak mengenal partai, tidak mengenal golongan, tidak mengenal agama kita universal. Mari kita dukung kebijakan apapun yang bermaksud menekan penularan tadi," ujarnya.

Sudirman mengatakan segala kebijakan yang dilakukan pemerintah, termasuk PPKM darurat, harus didukung demi menurunkan angka virus Corona. Sudirman melihat saat ini warga telah abai dan menganggap telah terbebas dari virus Corona setelah mendapatkan vaksin.

"Karena itu setiap policy yang menurunkan interaksi berdampak positif dan dulu pernah kejadian kan ketika trennya naik kemudian istilahnya rem ditarik kemudian terjadi landai, turun gitu ya, barangkali karena kita merasa sudah dapat vaksin sebagian, kemudian merasa sudah turun, akhirnya kita confident, overconfident, kemudian terjadilah seperti sekarang. Jadi kalau policy PPKM apa pun namanya yang ingin mengurangi interaksi manusia kita dukung, kita ingin memberikan apresiasi," tuturnya.

Eks cagub Jateng itu meminta seluruh pihak mengikuti kebijakan PPKM darurat yang dilaksanakan di Jawa-Bali itu. Menurutnya, ada empat cara efektif agar PPKM Darurat berjalan efektif, salah satunya daerah yang sudah ditetapkan PPKM Darurat serentak mulai PPKM darurat pada 3 Juli besok.

"Bagaimana efektif? ada empat kunci menurut saya. Satu, harus seragam, seragam itu artinya kalau dikatakan Jawa-Bali ya seluruh Jawa-Bali. Jangan Jawa Tengah-Jawa Barat beda jangan DKI dengan Jawa Timur berbeda, itu mesti seragam, dari Jawa sampai ke Bali, dari kabupaten ke kabupaten, dari sektor ke sektor tidak boleh ada yang berbeda," ucapnya.

"Yang kedua, harus serempak, artinya 3 Juli sampai 20 ya laksanakan seluruhnya, jangan ada jadwal yang daerah lain menunggu minggu depan, itu tidak bisa, karena daerah punya batas administratif, tapi virus tidak punya batas itu, jadi virus yang dari Jakarta bisa bergeser ke Jawa Barat, ke Jawa Timur, atau ke Banten. Jadi yang pertama seragam, yang kedua serempak," sambungnya.

Kemudian, Sudirman juga mengatakan daerah yang menetapkan PPKM darurat juga harus konsisten. Selain itu, seluruh warga harus taat protokol kesehatan demi memberantas COVID-19.

"Yang ketiga, konsisten, apa yang dikatakan dilaksanakan, kemudian dari waktu ke waktu tidak boleh ada pengecualian," katanya.

"Nah yang keempat, jadikan ini sebagai gerakan, bukan kewajiban. Jadi membuat menjaga jarak, membuat menjaga protokol, membuat semua hal yang diatur oleh PPKM itu menjadi kebutuhan masyarakat. Nah caranya itu harus beyond regulation, harus beyond authority, harus beyond obligation. Tapi seluruh pihak mesti merespons ini dan menjadikannya sebagai gerakan," lanjutnya.

Tonton juga Video: Anies: Kasus Aktif di Jakarta Mungkin Capai 100 Ribu dalam Hitungan Hari

[Gambas:Video 20detik]



(whn/zap)