Suara Mahasiswa

Pernyataannya soal Revolusi Dikecam, Ini Kata Ketum HMI MPO Affandi Ismail

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 18:04 WIB
Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail (Dok HMI MPO)
Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail (Dok. HMI MPO)
Jakarta -

Pernyataan soal revolusi Indonesia dari Ketua Umum HMI MPO Affandi Ismail menuai kecaman dari kader sendiri. Menanggapi kecaman itu, Affandi Ismail meminta agar kader yang mengecamnya segera ditertibkan.

Awalnya, Affandi membuat pernyataan yang disampaikan via Instagram pribadinya, kemudian viral di media sosial. Dia menyerukan revolusi Indonesia, Presiden Jokowi harus turun, dan pembentukan pemerintahan sementara.

Kader HMI bernama Dede Kholidin mengecam pernyataan Affandi. Dede Kholidin menyatakan bahwa dia adalah Formatur HMI Badan Koordinasi Jawa Bagian Barat (Badko Jabagbar). Affandi menyebut sikap Dede sebagai sikap di luar aturan dan perlu ditertibkan.

"Saya menegaskan kepada Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan untuk segera menertibkan kadernya tersebut karena hanya akan mencederai nama baik Organisasi HMI," kata Affandi Ismail dalam keterangan tertulis, Jumat (2/7/2021).

Affandi menilai sikap Dede Kholidin lucu karena bertindak seperti Ketua Badko. Affandi Ismail menilai Dede Kholidin ini tidak paham konstitusi HMI yang mengatur Badko sebagai bagian dari PB HMI. Badko tidak pantas mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan Ketua Umum PB HMI. Adapun Formatur Badko HMI Jabagbar yang diakui Affandi Ismail bukan Dede Kholidin melainkan orang lain bernama Aceng Hakiki.

Dualisme terjadi di tubuh HMI MPO sejak 2020. Di satu sisi ada kubu Ketum Affandi Ismail, di sisi lain ada kubu Ketum Ahmad Latupono. Affandi mengidentifikasi Dede Kholidin sebagai kubu Ahmad Latupono. Meski begitu, Affandi tidak mengakui adanya dualisme di HMI MPO karena dia menganggap dirinya satu-satunya Ketum HMI MPO.

"Saya justru menilai bahwa saudara Dede Kholidin inilah yang sedang mencari sensasi. Satu lagi yang perlu saya sampaikan. Sejak kapan acara di HMI MPO mengundang perwakilan dari BIN? Ini adalah hal yang lucu dan miris. Dan ternyata acara pelantikan saudara Ahmad Latupono yang inkonstitusional itu dihadiri oleh perwakilan dari BIN," ujar Affandi.

Sebelumnya, Dede Kholidin mengecam pernyataan Affandi Ismail soal revolusi Indonesia. Dia menyatakan pernyataan Affandi bukan pernyataan organisasi, melainkan pernyataan pribadi.

"Jika poster itu adalah bentuk instruksi kepada seluruh kader HMI, maka kami dari HMI Badko Jabagbar akan tegas mengatakan bahwa itu adalah statement pribadi Affandi, sebab ditubuh PB HMI MPO hari ini sedang mengalami Dualisme kepemimpinan yang tidak kunjung selesai," kata Dede Kholidin.

(dnu/fjp)