PPKM Darurat, Ini Sebaran Target Tes Corona di Tiap Kabupaten/Kota

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 13:17 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Jakarta -

PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali resmi diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain mengatur pembatasan aktivitas sejumlah sektor, PPKM darurat mengatur soal target testing Corona (COVID-19).

Berdasarkan dokumen panduan implementasi pengetatan aktivitas masyarakat pada PPKM darurat di Jawa-Bali yang didapatkan detikcom, Kamis (1/7/2021), penguatan 3T (testing, tracing, treatment) terus dikuatkan. Testing Corona akan ditingkatkan sesuai dengan tingkat positivity rate mingguan dengan ketentuan sebagai berikut:

Target Testing PPKM Darurat(Foto: Dok Istimewa)

Dokumen itu menyebutkan testing bakal terus ditingkatkan sampai positivity rate <10%. Selain itu, testing terus ditingkatkan untuk suspek, yaitu mereka yang bergejala dan juga pada kontak erat.

Adapun target orang dites per hari untuk setiap kabupaten/kota sebagai berikut:

Target Testing PPKM DaruratTarget Testing PPKM Darurat (Foto: Dok Istimewa)

Target Testing PPKM DaruratTarget Testing PPKM Darurat Foto: Dok Istimewa

Target Testing PPKM DaruratTarget Testing PPKM Darurat Foto: Dok Istimewa

Target Testing PPKM DaruratTarget Testing PPKM Darurat Foto: Dok Istimewa

Target Testing PPKM DaruratTarget Testing PPKM Darurat Foto: Dok Istimewa

Ketentuan mengenai tracing juga diatur dalam pedoman PPKM darurat itu. Tracing harus dilakukan sampai mencapai >15 kontak erat per kasus konfirmasi positif.

"Karantina perlu dilakukan pada yang diidentifikasi sebagai kontak erat. Setelah diidentifikasi, kontak erat harus segera diperiksa (entry-test) dan karantina perlu dijalankan. Jika hasil pemeriksaan positif, perlu dilakukan isolasi. Jika hasil pemeriksaan negatif, perlu dilanjutkan karantina. Pada hari ke-5 karantina, perlu dilakukan pemeriksaan kembali (exit-test) untuk melihat apakah virus terdeteksi setelah/selama masa inkubasi. Jika negatif, pasien dianggap selesai karantina," demikian keterangan di dokumen itu.

"Treatment perlu dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan berat gejala. Hanya pasien bergejala sedang, berat, dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit. Isolasi perlu dilakukan dengan ketat untuk mencegah penularan," lanjut keterangan di dokumen itu.

Simak video 'Jokowi Resmi Berlakukan PPKM Darurat Khusus Jawa-Bali!':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)