Merasa Tak Dilibatkan Anies, PWNU DKI Kerja Sama Vaksinasi Bareng Polda Metro

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 12:31 WIB
Kemenkes mengizinkan vaksinasi Corona kepada penduduk berusia 18 tahun ke atas. Warga DKI Jakarta berusia di atas 18 tahun kini sudah bisa mendapatkan vaksin COVID-19.
Ilustrasi vaksinasi (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

PWNU DKI kembali mengeluh soal Pemprov DKI tidak melibatkan ormas-ormas dalam penanganan Covid-19 dan vaksinasi. PWNU DKI pun akhirnya bekerja sama dengan Polda Metro untuk melakukan vaksinasi tokoh-tokoh agama.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua PWNU DKI, Samsul Ma'arif, lewat sambungan telepon, Kamis (1/7/2021). Samsul awalnya bercerita mengenai undangan dari Biro Dikmental DKI Jakarta setelah dirinya menyampaikan protes beberapa hari lalu.

Namun Samsul menolak hadir dalam kegiatan tersebut. Sebab, undangan tersebut ternyata untuk kegiatan khotmul Quran MUI DKI.

"Saya ngomong kami ini bukan bawahan MUI, biarlah MUI sendiri ini menurut saya. Tidak pas kegiatan MUI lalu mengkoordinir Pemda," ujar Samsul.

Samsul menjelaskan kegiatan seperti khotmul Quran ini sudah biasa dilakukan oleh setiap ormas. Yang dimaksud oleh dia soal pelibatan ormas adalah kerja sama nyata dalam penanganan Covid-19.

"Maksud saya real ayo MUI, Pemda dengan NU, Pemda dengan Muhammadiyah dilibatkan. Kan banyak sekolah yang sekarang kosong, tidak ditempati, tinggal dipermudah warga NU dan Muhammadiyah warga untuk divaksin," ujar Samsul.

Menurut Samsul, selama ini proses vaksinasi bagi warga NU DKI terbilang ribet. Bahkan dia menceritakan ada salah seorang warga yang datang ke tempat vaksin tetapi tidak dilayani sebab sudah terdaftar di kecamatan lain.

"Sampai saya datang 'Pak ini bukan mendapat sembako saya bilang, kalau orang dapat sembako mungkin orang memanfaatkan, dapat sini, dapat sana. Vaksin masa ada yang vaksin dua kali dalam sehari'. Agak menyulitkan gitu lah, ada orang sudah antre begitu nyampe di situ tidak mau melakukan karena alasannya orang yang bersangkutan sudah didata di kecamatan ini," ujar dia.

Samsul juga menyoroti komunikasi Gubernur DKI Anies Baswedan. Menurut dia, Anies seharusnya yang berkomunikasi langsung dengan para pimpinan ormas, bukan bawahannya.

"Gubernur tidak pernah ngundang kami, wakil gubernur. Saya kan mintanya gubernur kalau kepala biro ya dianggap kita ini orang yang mendapatkan bantuan hibah saja. Memang diundang kami diundang setelah itu dilibatkan kepala biro tetapi acaranya acara MUI," tutur dia.

Simak video 'Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]