PWNU DKI Keluhkan Ormas Tak Dilibatkan Anies dalam Penanganan COVID

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 12:38 WIB
eorang seniman melukis mural di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Timur, Rabu (2/12/2020). Nantinya akan ada 100 tiang TOL yang akan dimural dengan gambar protokol kesehatan.
Ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Samsul Ma'arif meminta Gubernur DKI Anies Baswedan melibatkan pimpinan ormas dan tokoh agama dalam penanganan COVID-19. Selama ini, kata Samsul, Gubernur relatif jarang mengajak ormas untuk berembuk.

"Saya ini meminta Gubernur supaya ngajak para pimpinan ormas dan tokoh agam untuk dalam rangka pencegahan Covid, selama ini pak Gubernur itu hampir yang saya rasakan tidak mengajak tokoh-tokoh agama ormas," kata Samsul kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

Samsul mengatakan sejumlah fasilitas pendidikan agama bisa dijadikan tempat vaksinasi. Dengan begitu, vaksinasi di Jakarta lebih cepat dan menyebar.

"Minimal untuk vaksin lah bisa tempat-tempat pendidikan agama, sekolah yayasan pondok pesantren itu dijadikan tempat vaksin dan banyak ustaz yang kadang-kadang ketakutan dengan vaksin mendapatkan informasi yang salah sehingga nggak mau vaksin," ujar dia.

Selain itu, kata Samsul, ikhtiar batin juga terus digaungkan oleh para ulama dan ustaz. Pendekatan-pendekatan spiritual tetap dilakukan.

"Itu ikhtiar lahir,ikhtiar batin ya tentu para ulama kiai ustaz ayo bersama-sama pemerintah tiap hari mengadakan zikir, istigasah, doa bersama pendekatan-pendekatan spiritual terus digaungkan terus tokoh-tokoh agama meminta kesadaran masyarakat supaya taat prokes," ujar dia.

Samsul pun mengeluhkan komunikasi Anies kepada para tokoh-tokoh agama. Dia bahkan harus mengirim pesan singkat langsung kepada Anies untuk bertemu dengan pimpinan ormas.

"Selama ini kan hanya gubernur dengan RT/RW, dengan tokoh-tokoh agama tidak disapa tidak disapa gitu kan, mestinya... saya langsung tegas langsung WA, baru direspons iya nanti.. nanti-nanti itu kapan nanti," ujar Samsul.

"Maksud saya respons besok langsung apa sih susahnya ngajak rapat tokoh-tokoh agama dan ormas kondisi seperti ini yang lain bisa ditinggal dulu," sambung dia.

Samsul menjelaskan, komunikasi Pemprov DKI dengan para pimpinan ormas dan tokoh agama ini sangat penting. Sebab, selama ini masih ada ustaz yang tidak mendapatkan informasi akurat soal vaksin.

"Kadang-kadang ada tokoh agama yang malah memberikan berita yang tidak benar itu ada juga tetapi kalau disapa gubernurnya insyaallah mereka mau," tutur dia.

Lihat juga video 'Update Pasien RSDC Wisma Atlet Per 28 Juni 2021: Total 7.826 Orang':

[Gambas:Video 20detik]

(knv/fjp)