2.881 CPNS Dianulir, Massa Tuntut Sekda Jateng Dicopot

2.881 CPNS Dianulir, Massa Tuntut Sekda Jateng Dicopot

- detikNews
Selasa, 21 Mar 2006 11:21 WIB
Semarang - Puluhan orang dari Gerakan Masyarakat untuk Transparansi Kebijakan Regional (Gema Takbir) mendatangi kantor Gubernur Jawa Tengah. Mereka memprotes dianulirnya 2.881 pegawai honorer dalam penerimaan CPNS 2006.Massa meminta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Mardijono dipecat. Mereka juga menuntut Pemprov Jateng memberi kompensasi Rp 1 miliar untuk tiap orang yang menjadi korban revisi data penerimaan CPNS.Di dalam aksinya, mereka memakai topeng kertas putih dan spanduk hitam bertuliskan "Copot segera panitia CPNS". Massa dihadang aparat kepolisian dan Satpol PP di pintu lobi kantor gubernur.Akhirnya mereka hanya bisa berorasi dan membacakan sikap di teras kantor gubernur. Dalam orasi mereka mengumumkan nama-nama pegawai honorer yang dianulir setelah diterima sebagai CPNS."Mengapa penerimaan CPNS 2006 begitu ceroboh? Di daerah lain ini tidak terjadi," ujar koordinator aksi Agus Yulianto Zakaria di kantor Gubernur Jawa Tengah, Jl. Pahlawan Semarang, Selasa (21/3/2006).Menurut Agus, kesalahan pemprov pada awal dan revisi pengumuman tidak mencantumkan lama pengabdian, umur, dan nilai. Hal ini membuka peluang terjadinya praktek percaloan."Penganuliran ini bisa dimungkinkan juga karena adanya calo-calo yang berkeliaran dalam seleksi CPNS," imbuhnya.Dari 2.881 nama CPNS di Jawa Tengah yang dianulir antara lain Kabupaten Semarang 51 orang, Sukoharjo 88 orang, Wonogiri 125 orang, Demak 86 orang, Kendal 39 orang, dan daerah-daerah lain merata. Total CPNS yang dianulir adalah 20 persen dari 12.885 pegawai honorer yang diangkat.Pada 17 Maret, Pemprov Jateng mengumumkan daftar CPNS yang diterima. Esoknya ada pengumuman baru dan ada nama-nama yang tidak muncul dengan alasan dianulir.Mereka yang dianulir dikatakan tidak sesuai PP 48/2005 terkait dengan batas usia dan masa kerja. Para demonstran meminta DPRD Jateng mengajukan hak angket untuk Pemprov Jateng.Karena tidak bisa masuk ke dalam kantor gubernur, massa meninggalkan lokasi pukul 10.20 WIB. Mereka membubarkan diri dengan tertib. (fay/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads