Duduk Perkara Pilkada Yalimo Papua yang Berbuntut Pembakaran-Blokir Bandara

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 10:31 WIB
Pembakaran sejumlah gedung pemerintahan oleh massa di Yalimo Papua
Foto pembakaran sejumlah gedung pemerintahan di Yalimo, Papua (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Setelah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas Pilkada Yalimo, Papua, kerusuhan tidak terelakkan. Massa membakar sejumlah titik perkantoran di Papua. Terakhir, warga memblokir bandara. Bagaimana duduk perkaranya?

Berikut duduk perkara Pilkada Yalimo yang disadur dari putusan MK Nomor 145/PHP.BUP-XIX/2021 sebagaimana dikutip detikcom, Kamis (1/7/2021):

Bagaimana Profil Kabupaten Yalimo?
Yalimo berada di Provinsi Papua yang dibentuk pada 4 Januari 2008. Yalimo adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Jayawijaya.

Siapa Peserta Pilkada Yalimo Papua 2020?
Pilkada Yalimo Papua diikuti dua pasang calon, yaitu:
-Peserta nomor urut 1, Erdi Dabi-John W Wilil
-Peserta nomor urut 2, Lakius Peyon-Nahum Mabel

Kapan Kedua Calon Itu Ditetapkan Sebagai Peserta?
KPU Yalimo Papua menetapkan dua kandidat di atas pada 23 September 2020

Kapan Yalimo Papua Menggelar Pilkada?
Yalimo Papua menggelar pilkada pada 9 Desember 2020. Kemudian MK memerintahkan pemungutan suara ulang di sejumlah tempat dan digelar pemungutan suara ulang pada 5 Mei 2021.

Apa yang Disengketakan?
Memperkarakan perselisihan penetapan perolehan suara hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yalimo tahun 2020 dalam Pemungutan Suara Ulang pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo tertanggal 5 Mei 2021.

Berapa Perolehan Suara Kedua Pasangan Versi KPU?
Berdasarkan Pemungutan Suara Ulang pada 5 Mei 2021, KPU menetapkan perolehan suara:
-Peserta nomor urut 1, Erdi Dabi-John W Wilil sebanyak 47.781 suara
-Peserta nomor urut 2, Lakius Peyon-Nahum Mabel sebanyak 43.057 suara

Selain Hasil Suara, Apa Lagi yang Dipersoalkan?
-Calon Bupati Erdi Dabi menabrak seorang polwan Brikpa Meisye Batfeny hingga meninggal dunia pada 17 September 2020. Erdi didakwa melanggar Pasal 311 ayat 5 UU LLAJ dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Di persidangan, Erdi dihukum 4 bulan penjara pada 18 Februari 2021. Oleh sebab itu, calon kedua meminta MK mendiskualifikasikan pasangan nomor urut 1.

Apa Putusan MK?
Pada 29 Juni 2021, MK memutuskan:

1.Membatalkan Keputusan KPU Yalimo Papua untuk hasil pemungutan suara ulang 11 Mei 2021.
2.Membatalkan Keputusan KPU Yalimo Papua tentang penetapan calon bupati sepanjang keikutsertaan Erdi Darbi.
3.Memerintahkan KPU Yalimo Papua menggelar pilkada ulang dengan peserta:
-Pasangan nomor urut 1: Calon Baru-John W Wilil
-Pasangan nomor urut 2: Lakius Peyon-Nahum Mabe
3.Pilkada ulang maksimal 120 hari terhitung sejak 29 Juni 2021.

Apa Saja yang Dibakar Massa?
Sedikitnya 8 kantor pemerintah yang dibakar massa, yakni kantor KPU, kantor Bawaslu, kantor Gakkumdu, kantor DPRD, kantor Dinas Kesehatan, kantor BPMK, kantor Perhubungan, Bank Papua, tidak lama setelah putusan MK dibacakan. Pendukung nomor urut 1 tidak terima calon bupatinya didiskualifikasi oleh MK.

"Setelah mendengarkan hasil putusan MK, massa pendukung nomor urut 01 tidak puas atas hasil putusan yang menyatakan bahwa pasangan calon bupati nomor urut 01, yaitu Erdi Dabi dan Jhon Wilil, di Pilkada Kabupaten Yalimo didiskualifikasi, kemudian massa melakukan aksi pembakaran terhadap beberapa gedung milik pemerintahan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal.

Selain kantor pemerintahan, sejumlah bangunan milik warga juga dirusak dan dibakar. Tak hanya itu, massa juga menutup seluruh akses jalan di sekitar lokasi. Termasuk, memblokir bandara.

"Bandara masih diblokir dan jalan dari Wamena juga diblokir. Kami masih laksanakan komunikasi dengan beberapa pihak," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal.

Simak video 'Saran Wakil Ketua Komisi II ke Gubernur Papua yang Ogah Diganti Plh':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/zap)